Tittle : Give Me A Chance
Author : Rey
Cast : Jeon Jungkook, Kim Yerin and others.
Chapter
8
“Tak
ada rahasia diantara kita. Apapun alasannya Yeri. Tidak ingatkah kau?” Wendy
mengingatkan Yeri -lagi-
“Ceritalah!”
“Aku…Aku
harus menuruti semua keinginan yang ia perintahkan padaku selama ia mau.” Aku
Yeri di awal.
“Teruskan.”
“Saat
di hari aku tak masuk sekolah, aku dirawat di Rumah Sakit. Dia yang membawaku
kesana dan melunasi semua biayanya.” Jelasnya menunduk.
“Apa?
Kenapa bisa? Memangnya apa yang terjadi padamu? Kenapa kau tak menghubungi
kami? Setidaknya kami akan membantumu bukan?” pertanyaan yang dilontarkan oleh Wendy
membuktikan bahwa ia sangat kesal, panik juga khawatir.
“Maaf..Saat
itu…Aku tak membawa apapun..” katanya lirih.
“Yang
sudah terjadi biarlah terjadi, kita tak bisa menyalahkan hari itu bukan?” Kata
Joy menenangkan suasana.
“Yeri…Apa
kau akan benar – benar terus bersama Jungkook?” tanya Irene tiba – tiba.
“Setidaknya
sampai semua ini selesai.” Jawabnya pasrah.
“Apa
yang selesai?” tanya Irene bingung.
“Tentu
saja hutangnya.” Jelas Wendy, seolah menyindir Yeri yang langsung menundukkan
kepalanya. Malu.
“Yak!
Kami bisa membantumu Yeri.” pikir Joy.
“Tidak…Biarkan
aku menyelesaikan masalahku sekarang.” katanya tersenyum melihat masing –
masing temannya. Tetap mempedulikan Yeri walau mereka terlihat sungguh sangat
kesal.
“Baiklah.
Tapi ingat! Apapun yang terjadi padamu, beritahu kami. Kami akan sebisanya
membantu. Kau mengerti?” putus Wendy di akhir perdebatan itu.
“Aku
sayang kalian. Terimakasih sudah memaafkanku.” Ucapnya senang.
```
``
`
“Ayo!”
ajak Jungkook pada Yeri saat ia masih terlihat sibuk memasukkan buku – bukunya
ke dalam tas.
“Sabarlah
sebentar.” Seru Yeri, menepis tangan Jungkook yang menarik tangannya.
“Aku
sedang terburu. Ayolah!” tariknya -lagi- sedikit kasar meninggalkan kelas itu.
“YAK!
Jeon Jungkook! Tak seharusnya kau menarik Yeri seperti itu. Ini sudah kesekian
kalinya kau menarik lengan Yeri kasar dan kami tak suka atas perlakuanmu
padanya!” pekik Wendy yang benar – benar tak habis pikir oleh hubungan mereka
yang semakin lama memicu kekesalan.
“Aku
punya urusan dengannya dan terserah aku akan perlakukan dia seperti apa. Itu
semua bukan urusanmu Nona! Ayo!” balas Jungkook pada Wendy Joy Irene yang
berdiri disana.
Seharusnya
mereka bisa untuk menghentikan Jungkook saat itu kalau saja Yeri tak menatap
mereka seolah memohon untuk membiarkannya mengatasi masalahnya sendiri.
“Memangnya
mau kemana sih?” teriak Yeri saat Jungkook tengah mengendarai mobilnya dengan
cepat.
“Diam
dan duduk!” kata Jungkook dingin dan itu membuat Yeri terdiam.
‘Sebenarnya
kau kenapa Jeon? Kau terlihat sungguh berbeda.’ Pikir Yeri.
``
`
“Cepat
bukakan pintunya Yeri!” paksa Jungkook.
“Ini
kamarku dan kenapa kau memaksaku untuk membukanya?” tanya Yeri.
“Buka
dan biarkan aku masuk bodoh!” katanya kesal dan Yeri yang mengalah saat itu
langsung membuka pintunya disusul Jungkook yang mendesak masuk terlebih dahulu
ke dalam kamarnya.
“Ada
apa denganmu Jeon? Kau terlihat berbeda, lebih kasar dari sebelumnya.” Tanya
Yeri yang muak dengan sikap Jungkook yang nampak seenaknya di dalam kamar itu.
“Mandi
dan gantilah bajumu. Pakai dress yang menurutmu nyaman dan elegan juga membuatmu
terlihat cantik dan menarik.” Suruh Jungkook lembut, berbeda dengan dirinya
beberap amenit yang lalu.
“Aku
hanya punya satu dress yang masih terlihat layak untuk dipakai. Tapi untuk apa
kau memintaku?”
“Turuti
saja…Kumohon.” Katanya lemah.
Yeri
bingung dan tak tahu harus bagaimana meghadapi lelaki itu mencoba untuk mengalah
dan menurutinya. Ia bergegas mandi dan memakai midi dress hitam baby doll yang
ia punya. Ia juga sedikit mendandani wajahnya tipis dengan beberapa kosmetik
yang biasa ia gunakan.
“Aku
selesai Jungkook~ah…” seru Yeri membangunkan Jungkook yang nampak tertidur.
Berkali
Yeri membangunkan Jungkook namun tetap saja lelaki itu enggan untuk bangun
walau sebenarnya ia berpura – pura tidur. Jungkook memang sengaja melakukannya.
Ia ingin tahu bagaimana usaha Yeri untuk menghadapi sikapnya.
“Jeon
Jungkook..Aku sudah selesai. Aku sudah memakai dressku dan juga sedikit
berdandan, sesuai dengan apa yang kau pinta. Tapi kenapa kau malah tertidur?
Begitu lamakah aku merapihkan diriku?” tanyanya sambil menghitung berapa lama
waktu yang ia habiskan.
“Kookie~yaaa..”
rengeknya.
Drrtttt
Drrtttt Drrtttt
“Ah
dimana kuletakkan benda itu?” tanya Yeri yang sibuk mencari ponselnya dan
melupakan Jungkook -tak lagi menghiraukannya-.
“Dapat!
Yeoboseo?” sapanya.
“Kim?
Kaukah disana?” tanya penelpon itu sedikit ragu.
“Kau
selalu saja memanggilku Kim. Cukup panggil aku Yeri, Oppa.” Katanya tersenyum
seolah ia baru saja memperkenalkan diri pada lelaki yang tampan.
“Terserah.
Begini, aku tahu ini hari liburmu, tapi bolehkah kau bekerja malam ini? Ada
pesta kecil yang akan aku rayakan bersama Nayeon dan adikku juga pacarnya. Apa
kau bisa? Ah aku harap kau bisa. Aku akan memberikanmu bonus. Bagaimana?”
katanya cepat.
“Hmmm
itu…Aku…”
“Kuanggap
jawabanmu iya. Kutunggu kau satu jam lagi eoh. Terimakasih Yeri.” Simpul lelaki
itu dan menutup telponnya tanpa menunggu jawaban Yeri.
“Kookie…Maafkan
aku…Hari ini aku tak bisa pergi bersamamu. Aku harus bekerja.” Katanya pada
Jungkook yang masih mempertahankan tidurnya.
“Jeon…Hmmm
yasudah, tidurlah..Sepertinya kau memang lelah. Aku pergi eoh.” Yeri menyerah
dan membiarkan Jungkook tetap tidur, meninggalkan memo juga kunci kamarnya dan
sebelum pergi pun, Yeri secara spontan mengusak pelan rambut Jungkook juga
mencium pipinya kilat.
Blam!
“Tunggu!
Apa barusan? Yeri…?” Jungkook terjaga dan merasakan hal berbeda pada dirinya.
“Sebentar.
Dia kemana? Bekerja? Ah aku ingat dimana tempatnya bekerja. Aku akan meminta
izin pada bosmu agar aku bisa pergi kencan denganmu.” Putusnya sendiri dengan perasaan
yang senang dan nampak jelas dengan senyum yang membuatnya semakin tampan.
Jungkook
meraih tasnya, kunci kamar juga memo yang Yeri tinggalkan disana dan segera
pulang kerumah, mendandani dirinya untuk malam itu. Ia tak ingin terlihat buruk
di depan Taehyun dan Nayeon, terlebih Yeri. Hari itu Jungkook menyadari kalau
ia Yeri bukan wanita yang buruk.
```
``
`
“Sore
Pak.” Sapa Yeri pada bosnya yang terlihat tampan dengan kemeja abu abu yang di
bagian lengan dilipat sampai siku.
“Kau
sudah datang? Sebentar. Apa kau tak salah memilih pakaian? Ini pestaku dan
kau…” Lelaki itu menatap Yeri dengan tatapan aneh dan meledek.
“Ah
maafkan saya pak. Tadi saya terburu dan tak ingat untuk mengganti pakaian saya.
Saya akan membeli beberapa pakaian untuk saya gunakan pak.” Sadarnya akan dress
yang seharusnya ia pakai untuk pergi bersama Jungkook.
“Tak
perlu! Itu akan memakan waktu yang lama. Bekerjalah dengan benar.” Suruhnya dan
berlalu.
‘Bodoh!
Kenapa aku bisa lupa?’
```
``
`
“Sayang~”
sapa Nayeon ketika ia bertemu dengan Taehyung yang terlihat sangat tampan malam
itu.
“Lihatlah
dirimu! Kau sungguh cantik malam ini!” puji Taehyung pada kekasihnya.
“Kau
curang Nay! Lelaki yang pertama kali aku bilang tampan itu hanya aku!” Jin berusaha
meledek Jungkook.
“Kau
memang satu – satunya Oppaku yang tampan
dan V adalah kekasihku yang sayangnya jauh lebih tampan Oppa.” Jelas Nayeon
tersenyum.
“Kau
sungguh merusak suasana hatiku!” Ujar Jin dengan wajah yang dibuat sedih juga
tangannya yang ia letakkan di dadanya seolah benar – benar sakit hati.
“Hahaha
sudahlah Jin. Kau memang hanya berarti sebagai Oppa untuknya. Bagaimana dengan
kekasih barumu itu?” Ledek Taehyung.
“Kami
baru saja kenal dan belum menjadi kekasih.” Bisiknya pelan.
“Benarkah?
Kurasa kau bukan seseorang yang rela mengulur waktu untuk bisa
mendapatkan~Awww!”
“Sekali
lagi kau kelepasan, kupotong lidahmu!” Peringatnya tegas.
“Oppa
hahaha sudahlah, dia hanya bercanda.” Lerai Naeyeon tertawa melihat kelakuan Oppa
juga kekasihnya yang masih sempat berkelahi karna hal kecil.
``
`
“Jawablah
Yeri.” Kesal Jungkook yang terus menghubunginya tanpa ada jawaban.
‘Ah,
bukankah itu Nayeon?’ pikirnya saat melihat wanita cantik berjalan bersama
seorang lelaki yang tampan.
‘Nayeon…Senang
melihatmu tersenyum seperti itu.’ gumamnya pelan.
“Heuh…Seharusnya
aku yang bersamamu! Harusnya aku yang mendapatkanmu! Tapi kenapa harus Hyung!
Kenapa!” tangisnya pecah. Dia menyesali kecerobohan yang ia buat di hari yang
telah ia tentukan.
‘’
‘
“Jadi
apa yang akan kau bicarakan? Tak biasanya kau mengajakku untuk berkencan
bersama.” Tanya Jin penasaran.
Taehyung
tersenyum menanggapi dan membahas sebuah topik lucu untuk mencairkan suasana
disana sambil menunggu yang lain datang.
Mereka
yang sedang asyik bercanda dikejutkan oleh seorang wanita muda yang umurnya
sebaya dengan Nayeon. Dan Jin memperkenalkannya, tentu saja wanita itu adalah
teman wanitanya malam ini.
“Selamat
malam. Hi Nayeon. Oh, hai perkenalkan namaku Irene.” Ucapnya sopan.
“Aku
Taehyung, senang berkenalan denganmu.” Balasnya kembali duduk.
“Maaf,
namamu siapa tadi?” tanya Irene memastikan.
“Taehyung.
Kim Tae Hyung. Ada apa?” ulangnya.
“Ohh
tidak. Tidak apa – apa.”
“Kapan
kita akan mulai makan? Aku mulai lapar!” kata Jin tak sabar, manja pada Irene
yang terlihat sanagt cantik malam itu.
“Kau
ini! tak lihatkah ada wanita di sampingmu. Heuh kenapa kau jadi kekanakkan
begini Jin? Hei nona, jangan mau pacaran dengan si manja ini. dia akan
merepotkanmu!” sindir Taehyung muak melihat Jin yang terlihat kasmaran.
“Dia
Oppaku sayang…” timpal Naeyeon dan sukses membuat Taehyung diam.
Namun
keadaan memang sedang memihak padanya, Jungkook datang dengan pakaian rapih,
namun wajahnya terlihat kacau dan itu buruk jika Taehyung tak menanyakannya
langsung.
“Hmmm…Akhirnya
adikku ini datang. Kau tahu kami menunggumu Kookie! Ayo duduk.” Suruhnya.
Jungkook
duduk dan terdiam, menundukkan kepalanya yang terasa berat untuk di tegakkan
jika melihat Nayeon di hadapannya.
“Perkenalkan.
Dia adikku, Jeon Jungkook. Lihatlah betapa tampannya dia sekarang.”
“Irene?/Jungkook?”
Mereka sama – sama terkejut saat itu. Mereka kembali di pertemukan dalam
situasi yang tidak mengindahkan.
“Wah
apa kalian saling kenal?” tanya Jin sedikit mengintimidasi.
“Kami
hanya teman sekelas.” Jelas Irene
“Mana
pasanganmu?” tanya Taehyung bingung.
“Aku
tak menemukannya, entahlah..” kata Jungkook putus asa.
“Hey
Kim!” Panggil Taehyung.
“Ya
Tuan.”
“Tolong
bawakan makanan yang tadi sudah kupesankan dan siapkan minum untuk kami eoh.”
Kim
mengangguk mengerti dan segera melakukan tugasnya tanpa menyadari kalau Jin
Irene Jungkook memperhatikannya dari saat ia dipanggil Taehyung. Kepalanya
tertutup dengan topi hitam yang merupakan seragam untuk pegawai.
“Tunggu!”
panggil Irene menahan lengan pegawai bernama Kim itu.
Ia
mengangkat wajahnya dan terkejut dengan Irene yang ada disana.
“Yeri?”
pekik Jungkook terkejut melihat mata Yeri yang sedikit membengkak.
TBC!!