Kamis, 23 Juni 2016

Give Me A Chance Chapter 4

"Sebenarnya apa sih maksud semua ini?" tanya Yeri sewot pada Jungkook yang lagi – lagi menghiraukannya.

Flashback On
"Memang kita mau kemana?" tanya Yeri penasaran, sedangkan Jungkook tak menanggapinya dan tetap melajukan mobilnya.
"Jungkook~ah jawab pertanyaanku...Kemana kau akan membawaku?" tanyanya pelan.
"Turuti saja apa yang akan terjadi nanti, ikuti perintahku dan jangan membantah." Jawabnya santai.
"Terus saja kau ungkit perjanjian itu! Ya aku tahu kalau uang sebanyak itu tidak bisa aku dapatkan dalam waktu yang singkat." Jelas Yeri yang salah menanggapi jawaban Jungkook.
"Sudah kubilang bukan? Kau tak perlu menggantinya. Aku ikhlas Yeri walau dalam kasus ini aku memang memanfaatkanmu. Toh waktu yang aku inginkan hanya satu minggu." Ucapnya cuek.
"Kuharap kau tak mengungkit – ungkit masalah itu lagi Jeon." Balas Yeri.
"Aku tidak." Belanya.
"Kau iya." Tuduh Yeri.
"Terserah apa katamu sajalah. Aku malas berdebat denganmu." Katanya mengakhiri perdebatan itu.
"Baguslah jika kau mengalah saat ini." serunya senang.
"Yasudah sana turun dan masuk ke dalam. Bilang kalau kau adalah tamu, atas nama Jungkook."
"Baikah baik." Katanya mengiyakan dan dirinya dirubah menjadi sangat cantik.
Flashback Off
"Buat apa ke restoran ini?" tanya Yeri kagum memandangi restoran mewah itu.
"Dengar. Kau hanya perlu berakting menjadi wanita yang manis dan layaknya sebagai pacarku. Jangan berteriak atau mempermalukan aku. Tak ada pertanyaan dan lakukan!" Katanya cepat membuat Yeri bingung dan hanya dapat menuruti perintah itu.
Yeri yang setia menggengam erat lengan Jungkook, merasa sedang bermimpi ketika beberapa pelayan membungkukan badannya, memberi hormat dengan ramah dan menunjukan jalan ke sebuah ruangan.
Ketika pintu itu dibuka, ternyata ada beberapa wajah yang tidak Yeri kenal kecuali... "Irene?"
"Yeri? Kaukah? Sedang apa disini?" tanya Irene akrab.
Sedangkan Jungkook menahan Yeri untuk tetap menggandengnya dan membawa Yeri duduk disampingnya.
"Hai Ayah, Ibu. Maaf aku sedikit telat." Sapanya ramah.
"Ibu tahu sayang. Bagaimana sekolahmu?" tanya ibunya.
"Seperti biasa bu, membosankan." Katanya tersenyum dan ibu yang gemas, hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap anaknya yang seringkali menjengkelkan.
"Jungkook, kenalkan ini Bae Joo Hyeon." Kata ayahnya memperkenalkan Irene.
"Panggil Irene saja paman. Oh ya, kami bertiga sudah saling mengenal dan sekelas, iya kan Jungkook Yeri?" seru Irene.
Membuat ayah dan ibu Jungkook tersadar bahwa ada seorang yang lain yang bergabung dengan mereka disana.
"Eoh, omong – omong siapa anak cantik ini Jungkookah? Apa dia temanmu?" tanya ibunya memperhatikan Yeri lekat – lekat dan tersenyum lembut padanya.
"Bisa dibilang begitu Nyonya Jeon." Jawab Yeri lembut.
"Hmmm berarti jika kalian bertiga sekelas, berarti kalian sangat dekat bukan?" simpul ayah Jungkook.
"Tidak juga paman. Ini kali pertama aku menyapanya dari dekat. Di sekolah, Jungkook terkesan dingin pada seluruh anak perempuan dan itu menakutkan. Tapi tidak pada Yeri. Mereka terlihat sangat dekat walau seringkali terlibat perdebatan, hihihi...Ah Maaf paman, aku..." sadarnya akan ocehan yang panjang.
"Itu tandanya kau memperhatikan Jungkook juga bukan? Hmmm, jadi kapan kami orangtua bisa bertemu utuk membicarakan kalian?" timpal Ibu Jungkook.
"Apa maksudnya bu?" tanya Jungkook tajam dan juga Irene yang terlihat bingung dengan pertanyaan ibu Jungkook.
"Kurasa kalian mengerti apa maksud kami." Ujar Ayah. "Tidakkah ayah, ibumu membahas ini sebelum kau bertemu kami disini?"
"Seingatku, ayah ibu hanya berpesan untuk bertemu dengan paman dan bibi hari ini. Hmm, memangnya apa yang ingin kalian bicarakan pada kami?" tanya Irene yang masih bingung dengan percakapan mereka.
Yeri yang ada disana dengan cepat menangkap inti pembicaraan mereke. Seharusnya ia tak berada disina jika tahu bahwa Jungkook akan dijodohkan dengan Irene. itu membuatnya merasakan hal yang aneh. 'Kenapa dadaku sesak? Kenapa saat ini aku merasa kesal pada Irene? Perasaan apa ini?'
"Aku sudah punya pacar ayah, ibu..." sergah Jungkook mengerti maksud ayahnya.
"Sepertinya kau belum pernah memperkenalkan satu wanita pun pada ibu?" jelas ibunya kesal.
"Itu karna kita jarang sekali bertemu di rumah. Hanya sekedar bertegur sapa pun kalian tak sempat bukan?" sindirnya kesal.
"Kau tahu kami ---" 
"Kenalkan. Dia Kim Ye-Rim atau biasanya dipanggil Yeri dan dia adalah pacarku." Jelasnya cepat memotong omongan ayahnya.
"Jadi kalian sudah pacaran? Sejak kapan? Kenapa kau tak mengenalkannya lebih cepat pada ibu?" kata ibu yang mengulang lagi pertanyaannya.
"Benarkah Yeri? Kenapa kau tak pernah bilang padaku?" tanya Irene tak percaya sekaligus kesal.
Yeri yang juga bingung dan merasa senang akan pengakuan Jungkook hanya diam menudukan kepalanya, dia tersenyum dan pipinya merona. Disamping itu Jungkook santai menjawab pertanyaan ibunya yang membuatnya malas untuk menjelaskan lebih lanjut.
 Sedangkan ayah Jungkook berpikir keras untuk sesuatu yang sudah direncanakan sebelumnya dengan orangtua Irene.  

TBC !!!

Senin, 20 Juni 2016

Give Me A Chance Chapter 3

“Kau kemana kemarin? Tumben sekali membolos. Apa kau baik – baik saja?” Sergah ketiga sahabatnya bergantian. 

“Aju ganya ingin istirahat. Aku lebih dari kata baik, hehehe. Terimakasih untuk perhatian kalian. Uhhh aku sayang kalian.” Jelasnya menggenggam masing – masing jemari mereka.

“Yeri~ah! Cepat kemari!” panggil Jungkook.

“Wah, apa lagi yang akan terjadi? Yeri FIGHTING!” kata Wendy menyemangati dan bergegas keluar kelas dengan Joy dan Irene tanpa menunggu Yeri menggerutu.

“Ada apa?” tanya Yeri menghampiri Jungkook di kursinya,

“Belikan aku makan siang seperti yang biasa aku makan. Aku akan tungggu di meja kantin. Ini uangnya.” Suruh Jungkook pada Yeri, memberikan beberapa lembar uang dan pergi melewati Yeri.

‘Jungkook~ah! Ish jika bukan karna biaya itu, aku tak akan sudi kau suruh – suruh seperti ini! Awas kau!’ batinnya kesal dan segera melakukan perintah Jungkook.

Kantin.

“Ini makanan yang kau pesan.”

“EIh apa ini? Bukankah aku tak suka jika diberi mayonaise diatasnya? Buang ini dan cepat belikan yang baru.” Suruhnya.

“Bukankah kau suka yang seperti ini? Kenapa harus dibuang? Ini harganya –“

“Yasudah, jika kau ingin memakannya, tinggalkan itu disini. Tapi cepat belikan satu lagi yang sama seperti ini dan jangan sampai salah!” Kata Jungkook tanpa menatap Yeri.

“Baiklah. Tunggu sebentar.” Jawabnya meninggalkan Jungkook.

‘Hahaha, ternyata diam – diam kau memperhatikanku. Buktinya, kau tahu makan siang apa yang biasa kumakan tanpa harus aku beri tahu.’ Gumamnya senang.

“Eih apa ini! kenapa aku barusan. Akhhh, lupakanlah yang tadi. Lebih baik aku cepat makan dan kembali ke dalam kelas.” Katanya tersadar.

---

“Ihhh kemana sih anak itu!” tanyanya bingung mencari sosok Jungkook yang sudah tak ada di meja yang ia tinggalkan tadi.

“Hey, apa kau melihat Jungkook?” tanyanya pada adik kelas yang duduk disana.

“Jungkook Oppa sudah dari tadi pergi dari sini. Ada apa Eon?” jawab mereka.

Kringgg…Kringgg…Kringgg…

“Ah begitukah. Terimakasih, maaf aku harus kembali ke dalam kelas, ini makanlah.” Katanya terburu meletakkan makan siang yang ia beli dan pergi menuju ke kelas.

“Huuhhhh. Untung saja Cho songsaenim belum datang.” Serunya lega ktika sudah duduk di kursinya.

“Kau kemana saja? Kenapa tak bersama kami saat makan siang tadi?” tanya Irene.

“Aku sedang irit pengeluaran. Kau tahu kan kalau..”

“YAK! Setidaknya kau bisa bilang padaku Wendy atau Joy kan? Heuh, lain kali jangan seperti tadi, mengerti?” Oceh Irene.

---

“Ikut aku!” paksa Jungkook menarik lengan Yeri ketika semua murid di kelasnya sudah kelluar.

“Apa yang kau lakukan? Aku tidak mau.” Berontaknya.

“Pokoknya kau harus ikut aku!” Suruhnya.

“Aku tak bisa. Hari ini aku harus bekerja Jungkook~ah. Lepaskan aku.” Jelas Yeri.

“Aku tak peduli Kim Yerim! Ingatkan perjanjian kita?” ancamnya.

“Iya baiklah. Aku akan meminta izin pada manager.” Ucapnya pasrah.

Jungkook yang tak menghiraukan Yeri tetap menarik lengannya dan membawanya masuk ke dalam mobil.

“Memang kita mau kemana?” tanya Yeri penasaran, sedangkan Jungkook tak menanggapinya dan tetap melajukan mobilnya ke beberapa tempat yang seharusnya Yeri kunjungi.


TBC!!!

Rabu, 15 Juni 2016

Give Me A Chance Chapter 2

Tittle : Give Me A Chance
Author : Admin Jimin forwarded by Rey – Owner
Cast : Jeon Jungkook, Kim Yerin and others.


“Bagaimana keadaannya paman?” tanya Jungkook khawatir.

Ya dia memang sudah khawatir juga gelisah sejak beberapa orang disana membantunya membaringkan tubuh Yeri ke dalam mobilnya. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk terjadi pada Yeri. Walau pikirannya mengatakan bahwa Yeri adalah musuhnya, tapi hatinya berkata tidak.

“Dia baik – baik saja. Hanya demam dan flu. Aku sudah memberikan obat untuknya. Tunggulah sampai ia tersadar eoh.” Jelas sang dokter yang adalah pamannya, Jeon Junsuk.

“Bodoh! Kenapa kau bisa begini? Kau bilang kau perempuan yang kuat tapi begini saja kau terlihat lemah. Huuhhh..Yeri~ah, ayo bangunlah.” Pinta Jungkook pada Yeri yang masih belum sadar hingga langit berwarna gelap.

---

“In..Ini aku dimana? Kenapa lenganku diinfus?” tanyanya bingung saat baru saja membuka matanya ketika matahari pagi itu terasa menyilaukan.

Yeri yang masih bingung akan dimana keberadaannya, sampai tangannya yang lain bersentuhan dengan kepala seorang lelaki yang tertidur di dekat pinggangnya. ‘Siapa dia?’ pikirnya penasaran.

“Yeri! Akh akhirnya kau sadar juga. Aku akan panggil perawat.” Seru Jungkook semangat.

“Jungkook~ah? Apa yang kau lakukan disini?” tanya Yeri curiga.

“Terimakasihlah padaku karna sudah membawamu ke Rumah Sakit. Kalau tidak bagaimana nantinya keadaanmu yang mengenaskan di kamar itu?”

“APA! Bagaimana aku membayar semua ini Jungkook!” Katanya geram. setelah sadar bahwa dia memang berada di kamar pasien.

“YAK! Bisakah kau untuk tak berteriak seperti itu! Huh kau ini kenapa gemar sekali berteriak sih?” gerutunya.

Namun Yeri yang syok membayangkan harga sebuah kamar itu dengan fasilitas yang wah malah mengabaikan Jungkook disana. Ia sibuk memikirkan cara untuk membayar semuanya. Disamping ia tinggal jauh dari orangtuanya, ia juga harus bekerja part – time di hari weekend untuk membiayai hidupnya.

“Aku sudah melunasi semuanya untuk beberapa hari ke depan. Tak perlu memikirkannya.” Jelas Jungkook dengan nada yang sewajarnya.

“Selamat pagi Yeri~ssi. Bagaimana keadaanmu?” tanya seorang dokter dengan perawat yang membawakan sebuah tensimeter.
“Dia baik – baik saja Paman. Jangan berlebihan.” Celetuk Jungkook.

“Aku merasa baik dok, lagipun demamku sepertinya sudah turun.” Jawab Yeri manis, mengabaikan Jungkook disana.

“Kalau begitu, biarkan aku mengukur tekanan darahmu terlebih dulu. Jika hasilnya baik, maka kau diizinkan pulang.” Kata dokter itu ramah.

Yeri hanya menganggukan kepalanya mematuhi perkataan dokter tampan itu.

“Tekanan darahmu stabil.” Kata Junsuk setelah mencatat laporan kesehatan Yeri pada berkas pasien yang ia pegang.

“Ah, jadi aku sudah boleh pulang?” tanyanya senang.

“Tentu saja. Tapi ingat untuk meminum beberapa vitamin ini.” Junsuk memberikannya resep yang harus di tebusnya di apotik Rumah Sakit tersebut.

“Oh baiklah dokter. Terimakasih banyak.” Jawab Yeri lemah.

“Jungkook~ah. Pergilah sekolah. Jangan terus membolos nak.” Suruh Junsuk pada Jungkook yang sibuk berkutat dengan ponselnya.

“Iya Paman. Aku hanya bolos hari ini. Lagipun aku pasti telat jika berangkat sekarang.” Senyumnya pada lelaki berjas putih yang tampan itu.
“Baiklah. Yang penting jangan sampai nilaimu menurun.” Katanya meninggalkan Jungkook dan Yeri.

“Dia pamanmu?” tanya Yeri yang baru menyadari interaksi kedua lelaki tampan itu.

“Bukankah sudah terlihat jelas dari percakapan kami barusan?” sindirnya.

“Iya aku dengar. Memang bisa dibilang kalau kalian berdua memiliki wajah yang tampan, tapi –“

“Tampan? Hahaha, apakah kau baru menyadari kalau aku memang tampan?” tawa Jungkook membuat Yeri tersadar akan kata yang dia ucapkan barusan.

“Abaikan ucapanku tadi. Yang benar, kau itu jelek Jungkook~ah!” kesalnya.

“Terserah apa katamu. Sekarang segeralah bersiap. Akan kuantar kau pulang.” Katanya menyudahi perselisihan itu dan keluar dari sana.

Yeri bingung dengan sikap Jungkook yang aneh. Aneh akan perlakuan dan perkataanya. Sejak ia tersadar saat Jungkook yang tertidur di sampingnya dan sikap mengalah Jungkook menyudahi perselisihan mereka. Semuanya terasa aneh baginya,


TBC !!!

Give Me A Chance Chapter 1

Tittle : Give Me A Chance
Author : Admin Jimin
Cast : Jeon Jungkook, Kim Yerin

Kim Yerim atau biasa dipanggil Yeri tengah sibuk membersihkan sampah sampah yang ada di laci mejanya.
"Ini pasti kerjaan Jungkook lagi, huhh dia memang tidak bosan untuk selalu mengerjaiku, apa sih mau dia sebenarnya!" Oceh Yerin.
Joy, Wendy, Irene yang adalah sahabatnya hanya menggelengkan kepala melihat yeri yang sangat kesal.
"Seharusnya kau bangga karna Jungkook yang tampan, tajir dan populer itu memberimu hadiah walaupun itu sampah di pagi hari." Ujar Wendy heboh.
"Benar kata Wendy. Kau tak seharusnya kesal." Timpal Joy.
Sedangkan Irene yang ada disana lebih memilih untuk kembali sibuk membaca novel favoritnya.
Yeri yang sudah kesal malah semakin kesal karena ucapan kedua temannya, Wendy dan Joy.
‘Aish! Sahabat macam apa mereka? Bukannya membelaku merutuki si Jungkook itu, tapi balik menyalahkanku! Menyebalkan.’ Batin Yeri meninggalkan mereka.
Ia berlari keluar kelas, mencari Jungkook. Saat sedang melewati UKS, ternyata yang dicarinya itu sedang tertidur pulas di ranjang UKS. Yeri sengaja mendekati ranjang itu dan HAP !! Jungkook memeluknya tiba – tiba.
Yeri yang tersadar akan perlakuan itu berusaha mendorong tubuh Jungkook. Namun apalah daya, tenaga Jungkook jauh lebih kuat dan ia tak terpengaruh terhadap dorongan yang Yeri berikan.
"Yak! Jungkookah! Kenapa kau memelukku seperti ini? Ayo lepaskan!" Pekik Yeri tepat ditelinga Jungkook.
"Sssttt…Diamlah. Jangan berteriak seperti itu bisa? Hmmm, biarlah begini untuk sementara. Aku kedinginan." Jelas Jungkook, mengeratkan pelukan itu pada pinggang kecil Yeri.
"Ki…Kita kan ad…ada di UKS." Kata Yeri terbata akibat perlakuan Jungkook yang dapat dibilang manja, membuat rona merah muda bersemu di pipinya.
"Jantungmu berdegup cepat ya karena aku memelukmu? Hahaha, lihatlah wajahmu Yeri. Mereka sangat merah hahaha.." Ledek Jungkook mengerlingkan matanya.
Yeri yang hanya terdiam itu dikejutkan oleh pantulan bayang petugas UKS yang sedang berjalan menuju ruang UKS. Yeri yang juga tersadar akan lengan Jungkook yang melingkar di pinggangnya segera melepas paksa pelukan agresif itu. Ia tergesa berlari keluar UKS setelah mengucapkan permisi kepada petugas UKS yang baru sampai di ambang pintu UKS. Disana, Jungkook terkekeh senang, berhasil mengusili Yeri untuk entah kesekian kalinya.
‘Aku yang tadi kesal kenapa malah lupa memarahinya! Dasar bodoh!’ Pikir Yeri.
---
Saat pulang sekolah, Jungkook kembali mengusili Yeri dengan membocorkan ban sepedanya. Lalu segera pulang melajukan mobil mewahnya.
Yeri yang baru selesai kerja kelompok dan hendak pulang, terkejut mendapati ban sepedanya yang bocor. ‘Siapa sih yang sepertinya tidak ada kerjaan membocori ban sepedaku? Heuh! Pasti si Jungkook menyebalkan itu!’ gerutunya. Terpaksa ia jalan kaki, menuntun sepedanya untuk pulang.
Waktu menunjukkan pukul 6 sore dan hujan yang tak diundang, telah turun mengguyurnya. ‘Kau harus bisa Yeri. Setengah jam lagi kau akan sampai rumah hmm.’ Gumamnya, menyemangati dan mempercepat jalannya.
---
Sesampainya dirumah, ia tak langsung mengganti pakaiannya namun lebih memilih untuk tidur karena lelahnya perjalanan dari sekolah dan pulang ke rumah ditambah tubuhnya yang basah karena hujan. Pun esok harinya, Yeri tak masuk sekolah, ia mengalami demam tinggi.

Jungkook POV = Namaku Jeon Jungkook. Panggil aku Jungkook. Aku mempunyai musuh bernama Yeri dan kita telah bermusuhan sejak hari pertama MOS di SMA. Yah sekian aja perkenalan ku.

“Kemana Yeri tengil itu? Tumben sekali dia absen. Apa dia sakit atau --- ? Hah ngapain juga mengurusi dia lebih baik aku ke kantin untuk makan.”
---
“Akh, kenapa saat ini aku berpikir untuk pergi ke tempatnya. Tapi logikaku berkata lain. Haaa kenapa aku harus khawatir padanya? Aish, kau membuatku khawatir.” Tanpa memikirkan gengsi, Jungkook segera menemui wali kelasnya dan meminta alamat tempat Yeri tinggal.
Ketika ia sampai di alamat itu, ia terkejut mengetahui Yeri yang tinggal di kamar kost yang terlihat kecil, sempit dan kumuh. Namun Jungkook menepis rasa terkejutnya itu dan segera mencari nomor kamar kost yang Yeri tempati, lalu mengetuknya beberapa kali . Tetapi tak ada jawaban dari dalam sana. 
"Yeri! Ini aku, Jungkook. Bukakan pintunya." Teriaknya lagi di ketukan yang kesepuluh kali, namun tetap tak ada jawaban.
Jungkook yang merasa kalau ada sesuatu yang tidak beres dengan kasarnya mendobrak pintu itu dan mendapati yeri tengah tergeletak dilantai. 
"YAK! YERIAH KAU KENAPA?" Pekik Jungkook dan segera menggendongnya keluar, mencari bantuan.
TBC !!!
(Revisi)