Cast By :
Mai (oc), Park Chanyeol and other.
Genre :
Love
Length :
Short Story
‘Aku mempunyai rahasia.’
“Mai…”
panggil teman – teman sekelasnya.
“Ada
apa dengan kalian? Semangat sekali?” tanya Mai penasaran.
“Lihatlah…Foto
Chanyeol Oppa.” Seru mereka girang.
Mei yang
melihatnya, hanya membulatkan mulutnya, seakan memberi reaksi terkejut untuk
foto yang dipamerkan temannya.
“Mai
belum tahu ya? Dia tampan sekali. Ingin deh menikah dengannya.” Kata mereka
mengagumi ketampanan si kakak kelas, Park Chanyeol.
“Hahahahaha,
segitunya ya kalian?” sambungnya dengan tertawa bersama mereka walau tawa
sebenarnyanya itu palsu dan dibuat – buat.
‘Teman – teman, maafkan aku.
Chanyeol Oppa yang kalian kagumi itu….’
**
“Channie…Sudah
pagi loh…” teriaknya membangunkan Chanyeol.
“Hmmm..nggggg…..”
lenguh Chanyeol sambil menggeliat seakan malas untuk bangun ataupun membuka
matanya.
Gyut… Cup…
“Wah…”
“Hehehe,
pagi..” sapa Chanyeol senang setelah berhasil menarik Mai dan mencium pipinya
di pagi itu.
‘Aku, Mai dengan Park
Chanyeol Oppa… Sudah bertunangan.’
Awal mulanya, setengah tahun
yang lalu…
‘Perjodohan
di umur 16 tahun itu gak mungkin..gak mungkin..’ pikirnya kesal.
“Mai,
betulkan sikapmu! Makan yang banyak dan jangan berantakan!” tegur Ayah.
“Kami
terlambat.” Seru seorang lelaki bersuara berat yang menghampiri Mei dan
Ayahnya.
“Perkenalkan.
Ini Chanyeol, anakku.” Lanjutnya memperkenalkan.
“Ehem..Ada
yang nempel disitu.” Chanyeol memberitahukan kalau ada makanan yang menempel di
bagian pipi kiri Mai dengan ekspresi yang lucu dan saat itulah, Mai jatuh cinta
untuk pertama kalinya.
“Mohon
kerjasamanya.” Kata Mai seraya berdiri member hormat dengan membukukkan
tubuhnya.
**
Teng… Tong… Bel berbunyi…
Mereka resmi bertunangan
malam itu karna perjodohan yang diinginkan oleh masing - masing orangtua dan
hanya dihadiri oleh keluarga dekat.
‘Meskipun resminya baru
bertunangan,kami sudah tinggal bersama.’
“Aku
pergi duluan ya.” Pamit Chanyeol.
“Aku
juga…” seru Mai sedikit berlali ke arah pintu.
Plok..
“Gak
boleh!” Sentil Chanyeol di dahi Mei, membuatnya berhenti.
“Kalau
ketahuan yang lain, akan susah.” Katanya lembut dan tersenyum manis sambil melambaikan
tangannya, berangkat ke sekolah lebih dulu.
‘Meskipun tinggal berdua,
janji sama Ayah adalah merahasiakan hal ini di sekolah.’
Di Kantin Sekolah.
“Iya,
katanya kalau ketahuan bisa susah, nggak bisa tinggal bersama lagi.” Adunya
sedih pada sahabatnya, Rika.
“Eh,
jadi di sekolah benar – benar gak bisa ngobrol?” tanya Rika.
Masalah
ini, hanya Rika, sahabatnya yang mengetahui semua tentang pertunangannya.
“Aku
juga dilarang mendekat ke kelasnya..Huweeeee…” tangisnya pecah.
“Mai,
suaramu terlalu keras.” Bujuk Rika mencoba menenangkan Mai.
“Saat
seperti ini..Gimana kalau ada serangga yang mendekati Chanyeol?” Pikirnya aneh –
aneh.
“Serangga?“
Tanya Rika bingung, tak mengerti akan maksud perkataan Mai.
“Hei, aku baru saja memberi salam pada Chanyeol Oppa!” Ucap siswi lain pada temannya yang sedang duduk santai di seberang Mai.
“Wuaaaah,
Asyiknyaaa….” Balas siswi – siswi itu.
‘Aku sudah tak tahan lagi.’ Batin
Mai semakin kesal.
Mai
pergi ke kelas Chanyeol, ingin tahu apa saja yang dilakukan Chanyeol di kelas. Dengan
kata lain memata – matai Chanyeol.
‘Hanya beda satu tahun saja,
tapi terlihat dewasa.’ Pikirnya senang.
“Ah,
Chanyeol!” panggil temannya di kelas.
‘Chanyeol! Ketemu..Ternyata
disini juga populer. Itu karna dia ganteng sih..khukhukhu.’ pikirnya semakin
senang mengetahui kalau Chanyeol populer.
“Loh,
kelas satu? Ada perlu dengan siapa?” tanya siswi yang melihatnya mengintip ke
dalam kelas, teman sekelas Chanyeol.
‘Ah..Aku ketahuan, bagaimana
ini..’ Mai
bingung harus bagaimana.
“Mudaaaa..Imut
sekaliiii..Kulitnya halus..Wahhh…” Ucap siswi – siswi itu gemas mencubit pipi
Mai.
‘Waaaa, aku harus
bagaimana…..Tolong..’ batinnya.
“Loh.
Sebentar. Bukankah anak ini…” siswi berkuncir kuda seolah mengingat sesuatu.
Grab! Tap Tap Tap…
“Dasar!
Kenapa datang?” tanyanya kesal pada Mai ketika mereka sudah berada di atap
sekolah.
“Soalnya
aku penasaran denganmu di sekolah.” Akunya.
“Sudah
janji untuk tidak mendekati aku di sekolah kan? Kalau ketahuan….”
“
Kenapa barusan terlihat senang dengan orang – orang di kelas?” tanya Mai kesal.
‘Dengan
ekspresi berbeda yang tak aku ketahui.’ Sambungnya dalam hati.
Chanyeol
hanya terdiam, tak mengerti apa yang dimaksudkan Mai dan tak tahu harus
menjawabnya atau tidak.
“Selalu
orang – orang itu. Curang!” Kata Mai menangis.
Chanyeol
berjalan ketempat Mai duduk, sedikit menunduk dan mendekatkan kepalanya,
mensejajarkan kepala mereka dan ~chuuu~
mencium Mai lembut.
Ting
Tong Tong Tong ….. Bel berbunyi menandakan waktu Istirahat selesai.
“Dasar.
Gak boleh datang lagi ya!” Seru Chanyeol meninggalkan Mai yang terdiam di sana.
‘Apa – apaan barusan! Tapi
rasanya teralihkan.’ Pikir Mai kaget dengan perlakuan Chanyeol beberapa menit
yang lalu.
Sepulang sekolah.
‘Gak boleh datang lagi ya!
Meskipun sudah berjanji tapi mengapa harus sekaku itu.’ Suara Chanyeol masih
saja menggema di telinganya,.
‘Ah
bagaimana kalau dia malu didekati oleh anak sepertiku? Polos dan kurus!’
rutuknya memaki kekurangannya.
“Ah..Terimakasih…”
Suatu ide yang muncul dalam kepalanya membuatnya kembali semangat.
Mai ingat
teman sekelas Chanyeol yang tampak cantik dengan sedikit riasan dan pernak –
pernik.
‘Apa
boleh kalau aku terlihat dewasa dan cantik seperti mereka?’ pikirnya senang,
membayangkan reaksi positif Chanyeol sambil terus mendandani dirinya untuk
terlihat lebih dewasa, ketika ia sudah sampai rumah.
Malamnya.
“Aku
pulang. Huh, kehujanan di dekat situ membuatku basah sekali.” Keluhnya kesal
memberitahu pada Mai yang duduk di sofa, membelakanginya.
“Kau!?”
tanyanya bingung ketika melihat Mai yang tampak aneh ketika Mai berbalik
melihatnya.
“Ah
ini. Aku sedikit memakai make up agar terlihat dewasa. Bagaimana menurutmu?”
tanya Mai yang bingung untuk menjelaskan pada Chanyeol.
Sedangkan
Chanyeol hanya menunjukkan waut wajah yang terlihat semakin kesal.
‘Katakan sesuatu..’ pinta Mai
dalam diamnya.
“Kenapa?
Akhir – akhir ini kau aneh. Datang ke kelas. Hal – hal seperti itu. Tidak
cocok.” Ucap Chanyeol tajam pada Mai.
“Maafkan
aku.” Kata Mai yang menangis setelah mendengarkan Chanyeol dan masuk ke kamarnya.
‘Karna dari pertama aku saja.
Aku tak pernah mendengar kata – katanya dengan jelas. Iya, aku malu.’ Isaknya
pelan di kamar.
Esok Hari.
‘Hari ini gak ketemu. Aku
sengaja berangkat pagi – pagi sekali. Aku malu.’ Pikirnya sedih di sudut bangkunya
di kelas, melipat tangan dan menundukan kepalanya. Terlihat tak bersemangat.
“Ah,
ada Chanyeol Oppa dan teman – temannya diluar. Ayo lihat.” Seru teman
sekelasnya heboh.
‘Kalau dipikir dari awal,
hanya mendengarkan kemauanku saja. Mengaku dan minta dia menyukaiku dari awal,
karna aku ingin melihat senyumnya lagi. Dijodohkan juga. Tapi kalau Chanyeol
akan punya pacar yang sebenarnya. Apa pertunangan ini akan bubar?’ pikirnya.
‘Nggak mau! Biarpun
ekspresinya seperti itu, biar sudah terlambat, biarpun dibenci, aku..’ dirinya
berlari ke kelas Chanyeol, ingin meminta maaf atas semuanya dan janji tak akan melakukan
hal yang membuat Chanyeol menjadi tak suka padanya.
“Loh,
anak yang waktu itu? Yuhuu…” sapa teman sekelas Chanyeol, melambaikan tangannya
sambil berjalan ke arah Mai.
“Chanyeol
sekarang sedang tidak ada. Dia sedang pergi ke toilet.” Seru siswi yang lain.
“Kenapa
eonnie tahu kalau aku mencari Chanyeol?” tanya Mai heran.
“Kamu
tahu soal anak yang disukai Chanyeol?” Tanya mereka balik pada Mai.
‘Ah, ternyata memang ada yang
disukainya?’ tebaknya.
“To..Tolong
ceritakan hal itu..” pintanya, memohon pada teman sekelas Chanyeol.
“Eh
anak yang disukai Chanyeol itu…..”
Grab! Tap Tap Tap…
Belum
ada yang Mai ketahui, dengan tiba – tiba Chanyeol datang menarik tangannya dan
membawanya ke atas atap, lagi.
“Chanyeol…Anu,
anak yang disukai maksudnya apa?” Tanya Mai hati – hati.
“Itu
maksudnya Mai.” Jawabnya singkat.
“Hah!!”
serunya bingung.
“Ahh…Apa
selama ini kau nggak sadar sama sekali? Aku suka sejak dulu!” Akunya.
Flashback On
“Chanyeol
melihat anak itu lagi? Anak ini cinta pada pandangan pertama? Menarik..” goda
teman – temannya saat Chanyeol menatap kearah lapangan, memandangi seorang
adikkelas yang begitu menarik perhatiannya.
“Kalian
berisik..” ucapnya sedikit ketus.
“Oh,
kau suka yang polos seperti itu ya? Jangan – jangan suka yang lebih muda?” goda
teman – temannya, lagi.
Chanyeol
hanya dapat tersenyum dan menggeleng – gelengkan kepalanya, mendengarkan apa
yang dibicarakan teman – temannya karna ia masih terus menatap Mai dari jendela
kelasnya.
**
“Hah!
Perjodohan!?” Serunya tak percaya.
“Lihat
dulu foto anak perempuannya.” Perintah Ayah padanya.
“Bohong!”
Dia sungguh sangat tak menyangka bahwa perempuan itu lah yang akan dijodohkan
dengannya.
“Bukan
bohong kan!?” tanyanya pada Ayah. Ia tak ingin jika Ayah mencoba mempermainkannya.
Flashback End.
“Ah
sudahlah… Karna itu aku gak mau ketahuan karna malu.” Akunya jujur.
‘Diminta dirahasiakan dari
sekolah padahal situasinya menguntungkan bagiku.’ Batin Chanyeol.
“Kenapa?
Bukankah itu takdir!” Balas Mai senang.
‘Anak perempuan suka seperti
itu ya.’ Pikirnya cepat.
“Maaf
aku sudah berbicara kasar. Tapi seperti ini saja tidak apa – apa ya?” tanyanya
pada Mai, mencoba menanamkan kepercayaannya pada Mai.
‘Semoga kau tak berpikir atau
bertingkah aneh lagi. Aku menyayangi dan hanya mencintaimu Mai.’ janjinya mantap
dalam hati.
“Jika
sudah pada waktunya, menikahlah denganku.” Lamarnya pada Mai yang langsung
memeluknya erat.
“Iya..”
Seru Mai senang dan setuju.
Bibir
mereka bertemu, bertautan dalam dan kegiatan itu berakhir ketika bel istirahat
berbunyi, menandakan semua siswa siswi harus masuk untuk mengikuti pelajaran
selanjutnya.
-Fin-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar