Cast by : Park Chan Yeol, Kim Jong In, Oh Se
Hun, Feyzaa (OC)
Genre : Love and Friendship
Length : Short Story
Grup idol yang
terkenal, The Rascal yang terdiri
dari tiga anggota, Oh Se Hun / Sehun sebagai yang paling muda juga banyak
digemari, lalu Kim Jong In / Kai yang terseksi juga teromantis dari semuanya
dan Park Chan Yeol / Chanyeol selaku ketua grup yang terfolong tampan dan
populer. Mereka sangat popular.
‘Tak disangka!
Setelah berakhirnya konser, aku mendapat kesempatan untuk masuk ke backstage!’
senangnya sambil menepuk – nepuk pipinya, seolah ini semua mimpi.
Ini hari pertama
konser The Rascal dan Fey sangat beruntung mendapat kesempatan langka ini.
Bertemu dengan The Rascal.
“Park Chan Yeol…”
Ucap Fey yang terkejut sekaligus bahagia.
“Akhirnyaaa…Oh…..wooooow!!!!”
teriakan Fey membuat The Rascal terkejut
ketika melihat hidung Fey yang mengeluarkan darah segar. Dia mimisan.
“Hey, kau tak apa –
apa?” tanya Park Chanyeol bingung melihat kondisi Fey.
“Park…Park
Chanyeol..!!!” teriaknya lagi dan hidungnya semakin mengeluarkan darah, lagi.
Chanyeol membantu
Fey berdiri dan mereka memberikan pertolongan pada Fey.
‘Sungguh baik
hati.’ Gumamnya senang.
“ Maaf ya kalo
tempat ini berantakan.” Seru Kai.
‘Sejak mereka
debut, aku selalu mengidolakan Park Chanyeol, tapi ketika berada di dekat
mereka, auranya terlalu hebat! Ini berhubungan dengan nyawa!’ Pikirnya singkat.
“Hei. Apa kau mau
kerja part – time saat tour ini saja? Ya sebagai pengurus kami.” Tawar Sehun
ketika keadaan sudah lebih santai.
‘Ini mimpi? Ilusi?
Bukan. Kenyataan! Soalnya aku mimisan dan sekarang pusing.’ “Aku mau!” seru Fey
semangat.
Hari kedua.
Hari yang seperti
mimpi dimulai, tapi… ‘Hhh…Capek…’ keluh Fey.
“Syukurlah kita
minta tolong pada anak itu.” Seru Sehun pada kedua Hyungnya.
‘Semuanya…’ Intip
Fey melalui pintu yang sedikit terbuka ketika tak sengaja mendengar pembicaraan
mereka di ruangan.
“Kalau yang lain
terlalu galak sampai nggak bisa mainan hape. Gak bisa main dengan anak
perempuan atau fans.” Ujar Kai.
“Dia juga fans,
jadi mau mendengarkan semua permintaan kita bukan? Lagipun Chanyeol Hyung juga
salah. Pura – pura baik seperti pangeran tapi tetap menyuruh untuk melakukan
semuanya.” Jelas Sehun tekekeh.
“Bodoh! Idola itu
penipu kan?” jawab Chanyeol singkat dan tajam.
Ahahahahahhahahahaaa….
Tawa Kai dan Sehun pecah
karna sebuah hal yang baru saja mereka bicarakan.
‘Apa – apaan! Aku
hanya dibodohi?!’ kesal Fey.
“Kalian! Aku akan
memperbaiki kemauan kalian!” Omel Fey yang langsung mendobrak pintu itu.
“Kedengaran ya?”
Tanya Kai bingung.
“Kalian membodohi
puluhan ribu fans di seluruh negeri! Terutama Chanyeol. Lihatlah!” Gertaknya.
--
“Hape disita!”
katanya menarik paksa hape mereka satu per satu – satu.
“Wahh sejak kapan?”
bantah Sehun berusaha menyelamatkan hapenya.
“Dilarang main
cewe!” Ujar Fey yang menghapus koleksi kontak nomor perempuan di hape Kai.
“Andwaeeeeeee......”
rengek Kai memohon.
‘Persiapkan diri
kalian.’ Batinnya kesal.
--
“Park Chanyeol…Kim
Jong In…Oh Se Hun…” panggilnya berulang kali.
“Kemana perginya
mereka!” tanyanya bingung.
“Aish! Sudah
kubilang, setidaknya makan dan minuman dibereskan sendiri!” Omelnya lagi sambil
merapihkan semua yang berserakan dimana – mana.
“Fey itu fans kita
kan ya?” tanya Sehun pada Kai, memperhatikan Fey dari ruangan yang lain.
“Aku rasa dia
berubah menjadi seperti…..” pikir Sehun, lupa akan kata yang tepat untuk Fey.
“Dia mendadak jadi
Sparta!” ujar Kai ketus.
“Hari ini kami
sangat tertolong karnamu. Anak – anak itu memang manja. Semangat ya!” Ucap staff
lain pada Fey yang bekerja dengan baik.
Ketika barang –
barang yang terlihat berserakan tadi cukup rapih, kini hanya tinggal merapihkan
satu lagi, meja tamu yang bermandikan banyak majalah.
‘Chanyeol. Saat
bertemu pertama kali, kau terlihat sangat jujur.’ Gumamnya, ketika melihat
Chanyeol sebagai model cover di sebuah majalah terkenal.
Fey mengingat
tentang hari itu.
‘Teman di SMA yang baru, pasti berbeda – beda
sekolah. Memulai untuk berbaur dengan mereka yang aku tak aku kenal. Hufftthh..’
“Ayo silahkan. Kami mengadakan acara jabat
tangan untuk memperingati debut kami.” Seru beberapa orang yang berjarak tak
jauh dari Fey.
“Loh. Sepertinya kau sedang tak semangat?” sapa
seorang lelaki ysng menghampiri Fey dan memberikan sebuah senyum ketika Fey
menatapnya.
“Kau harus semangat!” Lanjutnya sambil
menggenggam kedua tangan Fey, memberi semangat.
‘Senyuman yang
menyelamatkan aku saat itu, apakah juga bohong?’ pikirnya membandingkan dengan
apa yang kemarin dibahas The Rascal di ruangan mereka.
--
“Gawat! Sudah
larut. Pintu akan segera ditutup.” Ingatnya setelah ia sudah selesai
membereskan semua pekerjannya.
Ia lari tergesa – gesa
dan ia berhenti ketika salah satu ruangan yang pintunya terbuka, lampu juga
musik yang masih menyala.
‘Mungkin ada yang sedang
berlatih di dalam ruangan itu.’ Gumamnya menghampiri ruangan itu.
‘Chanyeol? Wah, dia
terlihat luwes tapi tariannya sangat bertenaga. Keren. Jadi ingin terus
melihatnya.’ Pikirnya senang.
“Kau sedang apa?”
Tanya Chanyeol yang menyadari bahwa ada Fey di balik pintu ruangan itu,
memperhatikannya.
“Mengintip? Mencuri
foto ya?” tanyanya meledek.
“A..aku hanya
kebetulan lewat. Setiap hari berlatih seperti ini?” Tanya Fey, mengalihkan
topik.
“Sebagai idol. Aku
gak ingin dianggap remeh. Aku ingin semua yang kulakukan sukses, termasuk
akting dan panggung.” Jelasnya singkat dengan senyum yang tulus.
‘Ternyata senyumnya tak berubah ya.’ Pikir Fey,
mengingat pesan yang di sampaikan Chanyeol saat pertama kali mereka bertemu.
“Membuatmu tersenyum adalah pekerjaan kami.”
“Ayo ikut aku
sebentar.” Ajak Chanyeol, menarik Fey keluar dari ruangan.
“Mau kemana Yeol?”
Tanya Fey bingung.
“Temani aku
menghapal naskah.” Jawabnya dan membawa Fey ke taman belakang gedung.
Srakk…
“Kamu, kenapa suka aku? Aku tak percaya kalau
itu pandangan pertama.”
“Ngg. Saat upacara masuk sekolah, berbeda
sekolah dengan teman yang lainnya. Saat aku sedih, kamu menghiburku. Biarpun
kamu disebut sebagai idola sekolah, saat aku mengenalmu, aku gak merasa kalo
kamu seperti itu.”
“Tapi usaha
Chanyeol melebihi siapapun. Aku tahu itu.” Ucapnya tanpa melihat naskah.
“Huh?”
“Eh, aku salah.
Maafkan perkataanku.” Jelas Fey yang salah tingkah.
“Hehehe…” kekehnya
dan berdiri menyamakan posisinya dengan Fey.
Gusrak.
“Chanyeol?” Panggil
Fey saat tubuh mereka semakin rapat dengan wajah Chanyeol yang berada tepat di
depan wajahnya.
Chuuu ~~~
“Makasih…” senyumnya
dan pergi begitu saja.
‘Apa barusan? Aku
baru saja berciuman dengan Chanyeol kan?’ tanyanya bingung pada dirinya
sendiri.
Hari ketiga.
“Selamat pagi….”
Sapa Fey riang pada semua staff yang ada di sana.
“Akhirnya hari
terakhir konser ya. Ayo semangat!” tambahnya senang.
Siiinnggg………
“Ada apa?” tanyanya
heran karna keadaan berubah menjadi sunyi.
“Hemm..Kesini
sebentar..” Panggil Manager pada Fey yang langsung menghampirinya.
“Begini. Ini adalah
tampilan majalah yang akan keluar besok.” Ucapnya memberikan setumpuk artikel
pada Fey dengan topik “Pertemuan rahasia Di Taman Saat Tengah Malam”.
Fey terkejut bukan
main saat melihat foto yang jelas – jelas adalah dirinya dan Chanyeol kemarin
malam yang dimana mereka memang bersama malam itu.
“Memang kami yang
meminta tolong padamu. Tapi kami tak mungkin mempertemukan kalian lagi setelah
adanya artikel ini.” Tegur Manager.
“Kami minta kamu
berhenti.” Kata Manager dan berita itu membuatnya hancur.
Fey sesegera
mungkin meninggalkan tempat itu tanpa bertemu lagi dengan The Rascal. Namun,
sore itu Fey tetap menghadiri konser hari terakhir The Rascal, ia memang sudah
mempersiapkan tiga tiket untuk konser tiga harinya The Rascal dan untuk masing
– masing tiket, ia dapat urutan paling pinggir sebelah kiri, ya setidaknya
posisi itu cukup dekat dengan panggung dan ia masih bisa melihat The Rascal
dengan jelas.
“Sebentar lagi
konser The Rascal akan segera dimulai.”
Waaaaaaaaaaahhhhhh….Wooooooooohhhhh….Yeaaaaaaaahhhh….
Konser itu berjalan
dengan seru, asyik dan gembira. Dua jam yang dihabiskan bersama saat konser
itu, belum mampu menguras tenaga fans disana. Mereka sungguh sangat bersemangat
ketika berada bersama idolanya.
Disaat – saat
konser itu akan berakhir, Fey merasakan perasaan aneh yang dimana itu adalah
perasaan takut kehilangan dan sedih yang mendalam karna kesalahpahaman, ia seolah
bangun dari mipinya.
‘Betul. Awalnya
memang berbeda. Aku hanya fans dan Chanyeol adalah orang terkenal di atas
panggung.’ Pikirnya, membuat kedua matanya menitikan beberapa tetes air.
‘Tak bisa lagi
untuk berbicara dan bertengkar seperti kemarin…Gak mau gitu…’ isaknya keras,
namun tak ada yang menyadarinya karna sound yang terlalu keras disamping itu juga
teriakan para penggemar yang semakin riuh.
“Chanyeol……” Pekik
Fey sekeras – kerasnya sambil menangis, menyadari kenyataan yang sekarang ini.
Greb…
“Ketemu!” Senyum
Chanyeol ketika ia berhasil menarik lengan Fey dari antara barisan fans dan
menggendongnya cepat ke atas panggung.
‘Chanyeol… Dia
siapa? Lihat kesini? Chanyeol……’ Teriakan fans yang semakin gaduh yang melihat
perlakuan Chanyeol.
“Chanyeol. Kenapa?”
Tanya Fey bingung.
“Apa maksudmu
kenapa? Hey, aku tahu kau dimana, karna aku adalah idola Fey.” Ucapnya lantang
dan didengar oleh semua orang yang ada di sana. Ingat, michrophone Chanyeol
masih setia bertengger di dekat bibirnya.
Fey dibuat shock
dengan pernyataan konyol seorang Park Chanyeol itu.
“Aku hanya
bercanda.” ledeknya disusul dengan ciuman singkat di bibir Fey.
“Gyaaaaaaa…….Nooooo…….Wahhhh……..Jangaaaannnnn…..”
pekikan juga teriakan semuanya yang ada disana sungguh membuat kegaduhan yang terlalu
memekakan telinga.
Glekk… “Ya…Yak!!!!!”
seru Fey yang terkejut dengan sikap Chanyeol beberepa detik yang lalu.
“Nggak apa – apa. Tertawalah
Fey…” Senyum Chanyeol.
“Aaaaaaaaaaa
Chanyeol….. Tidakkkkk….. Huaaaaa…. Andwaeeeee…..”
“Kalau tidak bisa
membuat orang yang disukai tersenyum, dia tak pantas menjadi idola bukan?”
Tanya Chanyeol pada Fey yang wajahnya memerah.
“Ahahahahaha…kau
bodoh!” tawa Fey dan memeluk Chanyeol erat.
“Waaaaaaaaaaaaaaaaaaa……Chanyeol…………Huweeeeeeeeee……”
Pagi harinya, media
ramai membicarakan akan aksi chanyeol dan Fey di atas panggung kemarin malam.
Sungguh membuat popularitas Chanyeol beranjak naik.
“Aku suka kesetiaan
Chanyeol!” / “Ternyata mimpi orang biasa seperti dia, bisa juga ya menjadi
kenyataan.”
‘Dengan
diketahuinya kisah percintaan ini, popularitas The Rascal pun semakin beranjak
naik. Semangat untuk tour selanjutnya.’ Tutup media itu dengan kesimpulan yang
memberi nilai positif pada The Rascal.
“Berakhirnya dunia
ini memang susah untuk diketahui ya?” ujar Kai menilai tentang media yang asyik
membahas kejadian panggung kemarin malam.
“Kenapa popularitas
Chanyeol Hyung semakin meningkat? Cih.. Aku gak puas!” Kesal Sehun.
“Bukannya bagus? Manager
dan Presiden Direktur kita kan senang.” Balas Kai tak peduli dengan kekesalan
Sehun.
“Huuhh, kau tak
mengerti Hyung! Aku sengaja mengambil gambar mereka ketika mereka berdua di
taman malam itu. Ingat saat kita meninggalkan dia berlatih sendirian? Sugguh
saat itu adalah waktu yang tepat untuk membuat rumor negatif untuknya. Mungkin
aku atau kau akan lebih populer jika fans kesal dengannya.” Aku Sehun.
“Mwoooo? Aishhh kau
ini! Untung pebuatanmu itu tak diketahui manager atau fans lain! Hey dengarkan
aku. Kau akan populer di waktunya. Jangan khawatir, eoh!” Nasehat Kai pada Sehun,
si magnae manja.
“Baiklah Hyung.”
Jawab Sehun membenarkan nasehat Hyungnya.
“Hmmm, lalu
Chanyeol Hyung dimana? Bukankah hari ini ada pertemuan ya?” Tanya Sehun
mengingatkan.
“Oh…Mungkin
sekarang dia hanya jadi idola seorang Fey saja, hahaha..” Tawa Kai menebak keadaan
Chanyeol.
.Fin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar