"Sebenarnya apa sih maksud semua ini?" tanya Yeri
sewot pada Jungkook yang lagi – lagi menghiraukannya.
Flashback On
"Memang kita mau kemana?" tanya Yeri penasaran,
sedangkan Jungkook tak menanggapinya dan tetap melajukan mobilnya.
"Jungkook~ah jawab pertanyaanku...Kemana kau akan
membawaku?" tanyanya pelan.
"Turuti saja apa yang akan terjadi nanti, ikuti perintahku
dan jangan membantah." Jawabnya santai.
"Terus saja kau ungkit perjanjian itu! Ya aku tahu kalau
uang sebanyak itu tidak bisa aku dapatkan dalam waktu yang singkat." Jelas
Yeri yang salah menanggapi jawaban Jungkook.
"Sudah kubilang bukan? Kau tak perlu menggantinya. Aku
ikhlas Yeri walau dalam kasus ini aku memang memanfaatkanmu. Toh waktu yang aku
inginkan hanya satu minggu." Ucapnya cuek.
"Kuharap kau tak mengungkit – ungkit masalah itu lagi
Jeon." Balas Yeri.
"Aku tidak." Belanya.
"Kau iya." Tuduh Yeri.
"Terserah apa katamu sajalah. Aku malas berdebat
denganmu." Katanya mengakhiri perdebatan itu.
"Baguslah jika kau mengalah saat ini." serunya senang.
"Yasudah sana turun dan masuk ke dalam. Bilang kalau kau
adalah tamu, atas nama Jungkook."
"Baikah baik." Katanya mengiyakan dan dirinya dirubah
menjadi sangat cantik.
Flashback Off
"Buat apa ke restoran ini?" tanya Yeri kagum
memandangi restoran mewah itu.
"Dengar. Kau hanya perlu berakting menjadi wanita yang
manis dan layaknya sebagai pacarku. Jangan berteriak atau mempermalukan aku.
Tak ada pertanyaan dan lakukan!" Katanya cepat membuat Yeri bingung dan
hanya dapat menuruti perintah itu.
Yeri yang setia menggengam erat lengan Jungkook, merasa sedang
bermimpi ketika beberapa pelayan membungkukan badannya, memberi hormat dengan
ramah dan menunjukan jalan ke sebuah ruangan.
Ketika pintu itu dibuka, ternyata ada beberapa wajah yang tidak
Yeri kenal kecuali... "Irene?"
"Yeri? Kaukah? Sedang apa disini?" tanya Irene akrab.
Sedangkan Jungkook menahan Yeri untuk tetap menggandengnya dan
membawa Yeri duduk disampingnya.
"Hai Ayah, Ibu. Maaf aku sedikit telat." Sapanya
ramah.
"Ibu tahu sayang. Bagaimana sekolahmu?" tanya ibunya.
"Seperti biasa bu, membosankan." Katanya tersenyum dan
ibu yang gemas, hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap anaknya yang
seringkali menjengkelkan.
"Jungkook, kenalkan ini Bae Joo Hyeon." Kata ayahnya
memperkenalkan Irene.
"Panggil Irene saja paman. Oh ya, kami bertiga sudah saling
mengenal dan sekelas, iya kan Jungkook Yeri?" seru Irene.
Membuat ayah dan ibu Jungkook tersadar bahwa ada seorang yang
lain yang bergabung dengan mereka disana.
"Eoh, omong – omong siapa anak cantik ini Jungkookah? Apa
dia temanmu?" tanya ibunya memperhatikan Yeri lekat – lekat dan tersenyum
lembut padanya.
"Bisa dibilang begitu Nyonya Jeon." Jawab Yeri lembut.
"Hmmm berarti jika kalian bertiga sekelas, berarti kalian
sangat dekat bukan?" simpul ayah Jungkook.
"Tidak juga paman. Ini kali pertama aku menyapanya dari
dekat. Di sekolah, Jungkook terkesan dingin pada seluruh anak perempuan dan itu
menakutkan. Tapi tidak pada Yeri. Mereka terlihat sangat dekat walau seringkali
terlibat perdebatan, hihihi...Ah Maaf paman, aku..." sadarnya akan ocehan
yang panjang.
"Itu tandanya kau memperhatikan Jungkook juga bukan? Hmmm,
jadi kapan kami orangtua bisa bertemu utuk membicarakan kalian?" timpal
Ibu Jungkook.
"Apa maksudnya bu?" tanya Jungkook tajam dan juga
Irene yang terlihat bingung dengan pertanyaan ibu Jungkook.
"Kurasa kalian mengerti apa maksud kami." Ujar Ayah.
"Tidakkah ayah, ibumu membahas ini sebelum kau bertemu kami disini?"
"Seingatku, ayah ibu hanya berpesan untuk bertemu dengan
paman dan bibi hari ini. Hmm, memangnya apa yang ingin kalian bicarakan pada
kami?" tanya Irene yang masih bingung dengan percakapan mereka.
Yeri yang ada disana dengan cepat menangkap inti pembicaraan
mereke. Seharusnya ia tak berada disina jika tahu bahwa Jungkook akan
dijodohkan dengan Irene. itu membuatnya merasakan hal yang aneh. 'Kenapa dadaku
sesak? Kenapa saat ini aku merasa kesal pada Irene? Perasaan apa ini?'
"Aku sudah punya pacar ayah, ibu..." sergah Jungkook
mengerti maksud ayahnya.
"Sepertinya kau belum pernah memperkenalkan satu wanita pun
pada ibu?" jelas ibunya kesal.
"Itu karna kita jarang sekali bertemu di rumah. Hanya
sekedar bertegur sapa pun kalian tak sempat bukan?" sindirnya kesal.
"Kau tahu kami ---"
"Kenalkan. Dia Kim Ye-Rim atau biasanya dipanggil Yeri dan
dia adalah pacarku." Jelasnya cepat memotong omongan ayahnya.
"Jadi kalian sudah pacaran? Sejak kapan? Kenapa kau tak
mengenalkannya lebih cepat pada ibu?" kata ibu yang mengulang lagi
pertanyaannya.
"Benarkah Yeri? Kenapa kau tak pernah bilang padaku?"
tanya Irene tak percaya sekaligus kesal.
Yeri yang juga bingung dan merasa senang akan pengakuan Jungkook
hanya diam menudukan kepalanya, dia tersenyum dan pipinya merona. Disamping itu
Jungkook santai menjawab pertanyaan ibunya yang membuatnya malas untuk
menjelaskan lebih lanjut.
Sedangkan ayah Jungkook berpikir keras untuk sesuatu yang
sudah direncanakan sebelumnya dengan orangtua Irene.
TBC !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar