Tittle :
Give Me A Chance
Author :
Admin Jimin forwarded by Rey – Owner
Cast :
Jeon Jungkook, Kim Yerin and others.
“Bagaimana
keadaannya paman?” tanya Jungkook khawatir.
Ya dia
memang sudah khawatir juga gelisah sejak beberapa orang disana membantunya
membaringkan tubuh Yeri ke dalam mobilnya. Ia takut terjadi sesuatu yang buruk
terjadi pada Yeri. Walau pikirannya mengatakan bahwa Yeri adalah musuhnya, tapi
hatinya berkata tidak.
“Dia baik
– baik saja. Hanya demam dan flu. Aku sudah memberikan obat untuknya. Tunggulah
sampai ia tersadar eoh.” Jelas sang dokter yang adalah pamannya, Jeon Junsuk.
“Bodoh!
Kenapa kau bisa begini? Kau bilang kau perempuan yang kuat tapi begini saja kau
terlihat lemah. Huuhhh..Yeri~ah, ayo bangunlah.” Pinta Jungkook pada Yeri yang
masih belum sadar hingga langit berwarna gelap.
---
“In..Ini
aku dimana? Kenapa lenganku diinfus?” tanyanya bingung saat baru saja membuka
matanya ketika matahari pagi itu terasa menyilaukan.
Yeri yang
masih bingung akan dimana keberadaannya, sampai tangannya yang lain bersentuhan
dengan kepala seorang lelaki yang tertidur di dekat pinggangnya. ‘Siapa dia?’
pikirnya penasaran.
“Yeri! Akh
akhirnya kau sadar juga. Aku akan panggil perawat.” Seru Jungkook semangat.
“Jungkook~ah?
Apa yang kau lakukan disini?” tanya Yeri curiga.
“Terimakasihlah
padaku karna sudah membawamu ke Rumah Sakit. Kalau tidak bagaimana nantinya
keadaanmu yang mengenaskan di kamar itu?”
“APA! Bagaimana
aku membayar semua ini Jungkook!” Katanya geram. setelah sadar bahwa dia memang
berada di kamar pasien.
“YAK! Bisakah
kau untuk tak berteriak seperti itu! Huh kau ini kenapa gemar sekali berteriak
sih?” gerutunya.
Namun
Yeri yang syok membayangkan harga sebuah kamar itu dengan fasilitas yang wah
malah mengabaikan Jungkook disana. Ia sibuk memikirkan cara untuk membayar
semuanya. Disamping ia tinggal jauh dari orangtuanya, ia juga harus bekerja
part – time di hari weekend untuk membiayai hidupnya.
“Aku
sudah melunasi semuanya untuk beberapa hari ke depan. Tak perlu memikirkannya.”
Jelas Jungkook dengan nada yang sewajarnya.
“Selamat
pagi Yeri~ssi. Bagaimana keadaanmu?” tanya seorang dokter dengan perawat yang
membawakan sebuah tensimeter.
“Dia
baik – baik saja Paman. Jangan berlebihan.” Celetuk Jungkook.
“Aku
merasa baik dok, lagipun demamku sepertinya sudah turun.” Jawab Yeri manis,
mengabaikan Jungkook disana.
“Kalau
begitu, biarkan aku mengukur tekanan darahmu terlebih dulu. Jika hasilnya baik,
maka kau diizinkan pulang.” Kata dokter itu ramah.
Yeri
hanya menganggukan kepalanya mematuhi perkataan dokter tampan itu.
“Tekanan
darahmu stabil.” Kata Junsuk setelah mencatat laporan kesehatan Yeri pada
berkas pasien yang ia pegang.
“Ah,
jadi aku sudah boleh pulang?” tanyanya senang.
“Tentu saja.
Tapi ingat untuk meminum beberapa vitamin ini.” Junsuk memberikannya resep yang
harus di tebusnya di apotik Rumah Sakit tersebut.
“Oh
baiklah dokter. Terimakasih banyak.” Jawab Yeri lemah.
“Jungkook~ah.
Pergilah sekolah. Jangan terus membolos nak.” Suruh Junsuk pada Jungkook yang
sibuk berkutat dengan ponselnya.
“Iya
Paman. Aku hanya bolos hari ini. Lagipun aku pasti telat jika berangkat
sekarang.” Senyumnya pada lelaki berjas putih yang tampan itu.
“Baiklah.
Yang penting jangan sampai nilaimu menurun.” Katanya meninggalkan Jungkook dan
Yeri.
“Dia
pamanmu?” tanya Yeri yang baru menyadari interaksi kedua lelaki tampan itu.
“Bukankah
sudah terlihat jelas dari percakapan kami barusan?” sindirnya.
“Iya
aku dengar. Memang bisa dibilang kalau kalian berdua memiliki wajah yang
tampan, tapi –“
“Tampan?
Hahaha, apakah kau baru menyadari kalau aku memang tampan?” tawa Jungkook
membuat Yeri tersadar akan kata yang dia ucapkan barusan.
“Abaikan
ucapanku tadi. Yang benar, kau itu jelek Jungkook~ah!” kesalnya.
“Terserah
apa katamu. Sekarang segeralah bersiap. Akan kuantar kau pulang.” Katanya menyudahi
perselisihan itu dan keluar dari sana.
Yeri
bingung dengan sikap Jungkook yang aneh. Aneh akan perlakuan dan perkataanya. Sejak
ia tersadar saat Jungkook yang tertidur di sampingnya dan sikap mengalah
Jungkook menyudahi perselisihan mereka. Semuanya terasa aneh baginya,
TBC !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar