Senin, 20 Juni 2016

Give Me A Chance Chapter 3

“Kau kemana kemarin? Tumben sekali membolos. Apa kau baik – baik saja?” Sergah ketiga sahabatnya bergantian. 

“Aju ganya ingin istirahat. Aku lebih dari kata baik, hehehe. Terimakasih untuk perhatian kalian. Uhhh aku sayang kalian.” Jelasnya menggenggam masing – masing jemari mereka.

“Yeri~ah! Cepat kemari!” panggil Jungkook.

“Wah, apa lagi yang akan terjadi? Yeri FIGHTING!” kata Wendy menyemangati dan bergegas keluar kelas dengan Joy dan Irene tanpa menunggu Yeri menggerutu.

“Ada apa?” tanya Yeri menghampiri Jungkook di kursinya,

“Belikan aku makan siang seperti yang biasa aku makan. Aku akan tungggu di meja kantin. Ini uangnya.” Suruh Jungkook pada Yeri, memberikan beberapa lembar uang dan pergi melewati Yeri.

‘Jungkook~ah! Ish jika bukan karna biaya itu, aku tak akan sudi kau suruh – suruh seperti ini! Awas kau!’ batinnya kesal dan segera melakukan perintah Jungkook.

Kantin.

“Ini makanan yang kau pesan.”

“EIh apa ini? Bukankah aku tak suka jika diberi mayonaise diatasnya? Buang ini dan cepat belikan yang baru.” Suruhnya.

“Bukankah kau suka yang seperti ini? Kenapa harus dibuang? Ini harganya –“

“Yasudah, jika kau ingin memakannya, tinggalkan itu disini. Tapi cepat belikan satu lagi yang sama seperti ini dan jangan sampai salah!” Kata Jungkook tanpa menatap Yeri.

“Baiklah. Tunggu sebentar.” Jawabnya meninggalkan Jungkook.

‘Hahaha, ternyata diam – diam kau memperhatikanku. Buktinya, kau tahu makan siang apa yang biasa kumakan tanpa harus aku beri tahu.’ Gumamnya senang.

“Eih apa ini! kenapa aku barusan. Akhhh, lupakanlah yang tadi. Lebih baik aku cepat makan dan kembali ke dalam kelas.” Katanya tersadar.

---

“Ihhh kemana sih anak itu!” tanyanya bingung mencari sosok Jungkook yang sudah tak ada di meja yang ia tinggalkan tadi.

“Hey, apa kau melihat Jungkook?” tanyanya pada adik kelas yang duduk disana.

“Jungkook Oppa sudah dari tadi pergi dari sini. Ada apa Eon?” jawab mereka.

Kringgg…Kringgg…Kringgg…

“Ah begitukah. Terimakasih, maaf aku harus kembali ke dalam kelas, ini makanlah.” Katanya terburu meletakkan makan siang yang ia beli dan pergi menuju ke kelas.

“Huuhhhh. Untung saja Cho songsaenim belum datang.” Serunya lega ktika sudah duduk di kursinya.

“Kau kemana saja? Kenapa tak bersama kami saat makan siang tadi?” tanya Irene.

“Aku sedang irit pengeluaran. Kau tahu kan kalau..”

“YAK! Setidaknya kau bisa bilang padaku Wendy atau Joy kan? Heuh, lain kali jangan seperti tadi, mengerti?” Oceh Irene.

---

“Ikut aku!” paksa Jungkook menarik lengan Yeri ketika semua murid di kelasnya sudah kelluar.

“Apa yang kau lakukan? Aku tidak mau.” Berontaknya.

“Pokoknya kau harus ikut aku!” Suruhnya.

“Aku tak bisa. Hari ini aku harus bekerja Jungkook~ah. Lepaskan aku.” Jelas Yeri.

“Aku tak peduli Kim Yerim! Ingatkan perjanjian kita?” ancamnya.

“Iya baiklah. Aku akan meminta izin pada manager.” Ucapnya pasrah.

Jungkook yang tak menghiraukan Yeri tetap menarik lengannya dan membawanya masuk ke dalam mobil.

“Memang kita mau kemana?” tanya Yeri penasaran, sedangkan Jungkook tak menanggapinya dan tetap melajukan mobilnya ke beberapa tempat yang seharusnya Yeri kunjungi.


TBC!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar