Tittle : Give Me A Chance
Author : Rey
Cast : Jeon Jungkook, Kim Yerin and others.
Chapter 6
Chapter 6
Flashback
Jungkook
yang sudah 15 menit berdiri di depan pintu kamar Yeri, berpikir untuk mengetuk
pintu kamar Yeri atau tidak. Ia merasakan perasaan yang aneh sejak ia
memperkenalkan Yeri pada orangtuanya sebagai seorang pacar. Dan disinilah dia,
menjemput Yeri.
“Jeon?”
Panggil Yeri yang baru saja keluar dari kamarnya.
“Ayo.”
Ajak Jungkook ketika pintu itu terbuka.
“Kau!
Ihhhh mengagetkanku saja. Buat apa kau datang kesini?” tanya Yeri kesal.
“Tentu
saja menjemputmu! Cepat. Aku tak ingin terlambat.” Ajaknya.
“Mana
mungkin terlambat.” Kata Yeri, melihat jam yang masih menunjukkan pukul 6 pagi.
“Cerewet!”
seru Jungkook meninggalkan Yeri.
“Ini
masih terlalu pagi dan aku mau membawa sepedaku ke bengkel. Lagi juga kau kan
bisa pergi ke sekolah tanpa aku yang ikut bersamamu.” Katanya mengikuti
Jungkook.
“Kenapa
kau repot – repot menjemputku sih? Aku kan biasa bersepeda.” Tanyanya saat
mereka sudah berada di dalam mobil.
“Memangnya
sepedamu itu sudah kau bisa dikendarai?” Tanya Jungkook.
“Kurasa
ban yang kempes mudah untuk diatasi.” Jelasnya tanpa tanggapan Jungkook.
“Kim.
Mulai hari ini, kau harus berangkat dan pulang bersamaku!” SImpul Jungkook
setelah ia meyakinkan hatinya untuk menjalani hubungan palsu ini dengan Yeri
pada orangtuanya juga Irene.
“Aku
tak ingin orangtuaku curiga. Ibu, dia selalu mengorek informasi tetang
hubunganku dengan seorang gadis. Jadi berhubung kau yang kukenalkan, aku minta
tolong padamu. Bantu aku, eoh.” Pinta Jungkook.
“Eih
apa – apaan kau! Shireo!” protes Yeri.
“Ingat
perjanjian kita kan?” kata Jungkook kesal.
“Aku
tahu tapi…Aku tak bisa Jeon. Apa kata mereka nanti?” tanya Yeri khawatir.
“Ah
teman – teman sekolah? Kau tenang saja. Kita tak akan terlihat bersama ketika
di sekolah dan aku akan selalu menurunkanmu di ujung jalan, jadi kau bisa
menggunakan kakimu itu untuk jalan ke sekolah.” Jelasnya santai.
“Menyebalkan!
Lebih baik aku bersepeda!” kata Yeri malas tanpa ada jawaban dari Jungkook.
Off
Jungkook
terlihat cuek dan melajukan mobilnya ke sebuah tempat makan cepat saji dan
memesan makanan.
“Kau
memesan makanan?” tanya Yeri bingung.
“Aku
butuh sarapan. Kau mau?” tawarnya pada Yeri.
“Bolehkah?
Hmm tapi apa akan menambah biaya tagihanku?” tanyanya lagi.
“Ini
bonus.” Katanya dan memesan satu paket makanan lagi yang sama pada operator.
“Gomawo
Yeriah.” Seru Jungkook pelan.
“Ne?”
“Thanks
for yesterday.” Serunya lagi.
“Gwechana
Jungkookah…” Senyumnya tulus, seolah lupa akan apa yang terjadi beberapa waktu
lalu.
‘Kau
terlihat cantik saat tersenyum seperti ini Yeri.’ Pikir Jungkook tanpa
disadarinya.
“Yak!
Jungkookah. Berhenti menatapku seperti itu dan ambillah pesanannya.” Tegur
Yeri.
“Ah
iya. Gomawo Ahjumma.” Sadarnya dan mengambil pesanannya lalu menepikan mobilnya
ke dekat taman di daerah sana.
“Tadi
kenapa kau menatapku dengan tatapan yang aneh? Apa ada yang salah?” tanya Yeri
sambil membuka plastik makanannya.
“Kau
memang aneh bukan?” sindir Jungkook berusaha menyembunyikan kekonyolan dirinya.
“Aku
adalah pacarmu dan kupikir jika aku terlihat aneh, terimalah.” Balasnya percaya
diri.
“Pacar?
Bukankah kita masih bermusuhan?” godanya.
“Molla!
Ayo jalankan mobilmu ini. Aku tak ingin terlambat!” pekik Yeri menutupi
perasaan malunya.
“Wow!
Katamu ini masih terlalu pagi bukan? Kau membuatku gemas Kim.” Kekehnya sambil
mengusak rambut Yeri kasar.
“YAK!!!!!”
```
``
`
‘Dia terlihat sangat tampan. Siapa nama lelaki itu?
Apa kami akan mendapat kelas yang sama?’ pikirnya senang dengan imajinasi yang
masih sangat labil.
“Kau! Aku minta buku dan alat tulismu. Aku
membutuhkannya sekarang. Cepat!” pintanya kasar ditegah imajinasi masih yang ia
bayangkan.
Sayangnya imajinasi itu sirna dan berubah menjadi
benci, walau gadis itu masih memberikan sedikit perhatian pada lelaki
menyebalkan baginya. Di sela – sela kegiatan masa orientasi pun, mereka
seringkali saling menyalahkan dan membuat sedikit keributan hingga mereka
dihukum untuk bersepeda kelilingi lapangan olahraga sebanyak 3 kali, dimana si
lelaki itu yang membonceng si gadis, awalnya ia menolak namun melihat teman –
teman lain yang memandangnya seperti pengecut, ia segera membonceng gadis
tersebut dan di putaran ke dua, dengan sengaja ia menjatuhkan gadis itu dan
pergi begitu saja. Esok hari pun ia tak sudi berbaris di antara teman – temannya
dan lebih memilih tinggal di kelasnya dan tak ada satu pun yang berani
memintanya untuk bergabung setelah tahu bahwa dia anak dari penyumbang dana
terbanyak di sekolah itu, Jungkook. Dia Jeon Jungkook.
```
``
`
“Yeri
ceritakan!” seru teman – temannya bersamaan saat jam istirahat, memojokan Yeri.
“Ada
apa?” tanya Yeri bingung.
“Sejak
kapan kau dan Jungkook bersama? Kenapa kau tak bilang pada kami?” tanya mereka
bergantian.
“Dia
tak mengizinkan, jadi maafkan aku karna aku belum bilang apapun pada kalian.”
Bohong Yeri menundukan kepalanya.
“Yasudah
baiklah, kami mengerti. Tapi jika kau bertengkar dengannya, jangan melapor atau
meminta bantuan pada kami.” Ancam teman – temannya kesal.
“Maafkan
aku…Aku…”
Kalimat
yang ingin disampaikan Yeri terputus ketika Jungkook menarik lengannya, “Ah
maaf, aku butuh anak ini. Ayo!”
“Eih kau ini mengganggu saja. Kenapa menarik lenganku seperti ini? Aku tak ingin mereka semua salah paham Jeon!”
“Biarkan
mereka menerka – nerka sesuatu yang bukan urusan mereka. Aku tak mau ambil
pusing akan itu.”
“Sebenarnya
kau mau apa sih?” tanya Yeri kesal.
“Belikan
aku makan siang dan jangan sampai salah. Aku akan duduk di tempat kemarin. Kau
juga beli dan makan siang bersamaku.”
“Shireo!”
“Ini
perintah dan bukan permintaan! Ingat perjanjian kita bukan?”
“KAU!
Aishh baiklah. Kau tunggu disana.” Omelnya pelan.
“Good
girl.” Tawanya mengusak rambut Yeri.
“Apa
mereka benar – benar pacaran? Kenapa aku kurang yakin ya?” pikir teman – teman
Yeri melhat interaksi antara Yeri dan Jungkook.
``
`
“Naiklah!
Kuantar kau pulang.” Ajak Jungkook dari balik kemudinya, menawarkan tumpangan
pada Yeri yang sedang berdiri di halte.
“Aku
belom akan pulang. Aku harus bekerja Jeon, kau pulang saja sana.”
“Aku
akan mengantarmu Kim. Ayo naiklah!” paksanya lembut.
“Kau
yakin?” tanya Yeri ragu.
“Tentu
saja! Cepat!”
Yeri
meruntuhkan keegoisannya untuk menerima tawaran Jungkook karna ia juga lelah menunggu
bus yang sudah 1 jam tak kunjung datang membawanya pergi dari halte itu.
``
`
Sampai
di depan tempat Yeri bekerja, Jungkook merasa tak asing dengan sebuah restoran dan
ia turun dari mobilnya.
“Kenapa
kau turun? Pulanglah dan terimakasih.” Ucap Yeri tulus dari hatinya.
“Hmm
aku rasa aku kenal tempat ini.” gumamnya.
“Hahaha
kau ini, tentu saja kau kenal. Sekitar sini kan restoran. Kalau begitu, aku
masuk dulu eoh.” Kata Yeri.
‘Apa
ini milik Taehyung Hyung? Ah lebih baik aku masuk untuk memastikannya.’ Pikir
Jungkook.
TBC !!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar