Minggu, 17 Juli 2016

Give Me A Chance Chapter 6

Tittle : Give Me A Chance
Author : Rey
Cast : Jeon Jungkook, Kim Yerin and others.
Chapter 6

Flashback

Jungkook yang sudah 15 menit berdiri di depan pintu kamar Yeri, berpikir untuk mengetuk pintu kamar Yeri atau tidak. Ia merasakan perasaan yang aneh sejak ia memperkenalkan Yeri pada orangtuanya sebagai seorang pacar. Dan disinilah dia, menjemput Yeri.

“Jeon?” Panggil Yeri yang baru saja keluar dari kamarnya.

“Ayo.” Ajak Jungkook ketika pintu itu terbuka.

“Kau! Ihhhh mengagetkanku saja. Buat apa kau datang kesini?” tanya Yeri kesal.

“Tentu saja menjemputmu! Cepat. Aku tak ingin terlambat.” Ajaknya.

“Mana mungkin terlambat.” Kata Yeri, melihat jam yang masih menunjukkan pukul 6 pagi.

“Cerewet!” seru Jungkook meninggalkan Yeri.

“Ini masih terlalu pagi dan aku mau membawa sepedaku ke bengkel. Lagi juga kau kan bisa pergi ke sekolah tanpa aku yang ikut bersamamu.” Katanya mengikuti Jungkook.

“Kenapa kau repot – repot menjemputku sih? Aku kan biasa bersepeda.” Tanyanya saat mereka sudah berada di dalam mobil.

“Memangnya sepedamu itu sudah kau bisa dikendarai?” Tanya Jungkook.

“Kurasa ban yang kempes mudah untuk diatasi.” Jelasnya tanpa tanggapan Jungkook.

“Kim. Mulai hari ini, kau harus berangkat dan pulang bersamaku!” SImpul Jungkook setelah ia meyakinkan hatinya untuk menjalani hubungan palsu ini dengan Yeri pada orangtuanya juga Irene.

“Aku tak ingin orangtuaku curiga. Ibu, dia selalu mengorek informasi tetang hubunganku dengan seorang gadis. Jadi berhubung kau yang kukenalkan, aku minta tolong padamu. Bantu aku, eoh.” Pinta Jungkook.

“Eih apa – apaan kau! Shireo!” protes Yeri.

“Ingat perjanjian kita kan?” kata Jungkook kesal.

“Aku tahu tapi…Aku tak bisa Jeon. Apa kata mereka nanti?” tanya Yeri khawatir.

“Ah teman – teman sekolah? Kau tenang saja. Kita tak akan terlihat bersama ketika di sekolah dan aku akan selalu menurunkanmu di ujung jalan, jadi kau bisa menggunakan kakimu itu untuk jalan ke sekolah.” Jelasnya santai.

“Menyebalkan! Lebih baik aku bersepeda!” kata Yeri malas tanpa ada jawaban dari Jungkook.

Off


Jungkook terlihat cuek dan melajukan mobilnya ke sebuah tempat makan cepat saji dan memesan makanan.

“Kau memesan makanan?” tanya Yeri bingung.

“Aku butuh sarapan. Kau mau?” tawarnya pada Yeri.

“Bolehkah? Hmm tapi apa akan menambah biaya tagihanku?” tanyanya lagi.

“Ini bonus.” Katanya dan memesan satu paket makanan lagi yang sama pada operator.

“Gomawo Yeriah.” Seru Jungkook pelan.

“Ne?”

“Thanks for yesterday.” Serunya lagi.

“Gwechana Jungkookah…” Senyumnya tulus, seolah lupa akan apa yang terjadi beberapa waktu lalu.

‘Kau terlihat cantik saat tersenyum seperti ini Yeri.’ Pikir Jungkook tanpa disadarinya.

“Yak! Jungkookah. Berhenti menatapku seperti itu dan ambillah pesanannya.” Tegur Yeri.

“Ah iya. Gomawo Ahjumma.” Sadarnya dan mengambil pesanannya lalu menepikan mobilnya ke dekat taman di daerah sana.

“Tadi kenapa kau menatapku dengan tatapan yang aneh? Apa ada yang salah?” tanya Yeri sambil membuka plastik makanannya.

“Kau memang aneh bukan?” sindir Jungkook berusaha menyembunyikan kekonyolan dirinya.

“Aku adalah pacarmu dan kupikir jika aku terlihat aneh, terimalah.” Balasnya percaya diri.

“Pacar? Bukankah kita masih bermusuhan?” godanya.

“Molla! Ayo jalankan mobilmu ini. Aku tak ingin terlambat!” pekik Yeri menutupi perasaan malunya.

“Wow! Katamu ini masih terlalu pagi bukan? Kau membuatku gemas Kim.” Kekehnya sambil mengusak rambut Yeri kasar.

“YAK!!!!!”


```
``
`

‘Dia terlihat sangat tampan. Siapa nama lelaki itu? Apa kami akan mendapat kelas yang sama?’ pikirnya senang dengan imajinasi yang masih sangat labil.

“Kau! Aku minta buku dan alat tulismu. Aku membutuhkannya sekarang. Cepat!” pintanya kasar ditegah imajinasi masih yang ia bayangkan.

Sayangnya imajinasi itu sirna dan berubah menjadi benci, walau gadis itu masih memberikan sedikit perhatian pada lelaki menyebalkan baginya. Di sela – sela kegiatan masa orientasi pun, mereka seringkali saling menyalahkan dan membuat sedikit keributan hingga mereka dihukum untuk bersepeda kelilingi lapangan olahraga sebanyak 3 kali, dimana si lelaki itu yang membonceng si gadis, awalnya ia menolak namun melihat teman – teman lain yang memandangnya seperti pengecut, ia segera membonceng gadis tersebut dan di putaran ke dua, dengan sengaja ia menjatuhkan gadis itu dan pergi begitu saja. Esok hari pun ia tak sudi berbaris di antara teman – temannya dan lebih memilih tinggal di kelasnya dan tak ada satu pun yang berani memintanya untuk bergabung setelah tahu bahwa dia anak dari penyumbang dana terbanyak di sekolah itu, Jungkook. Dia Jeon Jungkook.
```
``
`

“Yeri ceritakan!” seru teman – temannya bersamaan saat jam istirahat, memojokan Yeri.

“Ada apa?” tanya Yeri bingung.

“Sejak kapan kau dan Jungkook bersama? Kenapa kau tak bilang pada kami?” tanya mereka bergantian.

“Dia tak mengizinkan, jadi maafkan aku karna aku belum bilang apapun pada kalian.” Bohong Yeri menundukan kepalanya.

“Yasudah baiklah, kami mengerti. Tapi jika kau bertengkar dengannya, jangan melapor atau meminta bantuan pada kami.” Ancam teman – temannya kesal.

“Maafkan aku…Aku…”

Kalimat yang ingin disampaikan Yeri terputus ketika Jungkook menarik lengannya, “Ah maaf, aku butuh anak ini. Ayo!”

“Eih kau ini mengganggu saja. Kenapa menarik lenganku seperti ini? Aku tak ingin mereka semua salah paham Jeon!”

“Biarkan mereka menerka – nerka sesuatu yang bukan urusan mereka. Aku tak mau ambil pusing akan itu.”

“Sebenarnya kau mau apa sih?” tanya Yeri kesal.

“Belikan aku makan siang dan jangan sampai salah. Aku akan duduk di tempat kemarin. Kau juga beli dan makan siang bersamaku.”

“Shireo!”

“Ini perintah dan bukan permintaan! Ingat perjanjian kita bukan?”

“KAU! Aishh baiklah. Kau tunggu disana.” Omelnya pelan.

“Good girl.” Tawanya mengusak rambut Yeri.

“Apa mereka benar – benar pacaran? Kenapa aku kurang yakin ya?” pikir teman – teman Yeri melhat interaksi antara Yeri dan Jungkook.

``
`

“Naiklah! Kuantar kau pulang.” Ajak Jungkook dari balik kemudinya, menawarkan tumpangan pada Yeri yang sedang berdiri di halte.

“Aku belom akan pulang. Aku harus bekerja Jeon, kau pulang saja sana.”

“Aku akan mengantarmu Kim. Ayo naiklah!” paksanya lembut.

“Kau yakin?” tanya Yeri ragu.

“Tentu saja! Cepat!”

Yeri meruntuhkan keegoisannya untuk menerima tawaran Jungkook karna ia juga lelah menunggu bus yang sudah 1 jam tak kunjung datang membawanya pergi dari halte itu.

``
`

Sampai di depan tempat Yeri bekerja, Jungkook merasa tak asing dengan sebuah restoran dan ia turun dari mobilnya.

“Kenapa kau turun? Pulanglah dan terimakasih.” Ucap Yeri tulus dari hatinya.

“Hmm aku rasa aku kenal tempat ini.” gumamnya.

“Hahaha kau ini, tentu saja kau kenal. Sekitar sini kan restoran. Kalau begitu, aku masuk dulu eoh.” Kata Yeri.

‘Apa ini milik Taehyung Hyung? Ah lebih baik aku masuk untuk memastikannya.’ Pikir Jungkook.


TBC !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar