Minggu, 31 Juli 2016

Don't Take Off Your Glasses

Tittle : Don’t Take Off Your Glasses

Author : Rey

Cast : Song  Jong Ki – Song Hye Kyo


UKS

Krrrr terdengar suara dengkuran seorang lelaki yang tertidur lelap di ruang UKS ketika seorang siswi cantik mengendap untuk masuk, memastikan sesuatu yang di bicarakan oleh siswi lain sekelasnya.


Flashback

“Hey! Bagaimana dengan tanggapanmu tentang siapa lelaki yang terlihat misterius di kelas ini?” tanya seorang siswi cantik pada teman sebangkunya.

“Menurutku Jongki. Ya kalau saja dia melepas kacamatanya, pasti dia terlihat tampan!” Ucap siswi yang jarak duduknya tak terlalu jauh dengan siswi yang memiliki rasa ingin tahu.

“Hmmm entahlah. Aku saja tak pernah melihatnya melepas kacamata.” Timpal seorang yang lain sambil berjalan meninggalkan kelas, menikmati jam istirahat.

 ‘Apa benar seperti yang mereka bicarakan? Ah akan kupastikan!’ dengan segera ia meninggalkan kelas dan menuju ke ruang UKS, karna saat di tengah jam pelajaran tadi, Jongki mengeluh pusing dan butuh istirahat di UKS.

OFF


‘Maaf! Rasa ingin tahuku sedikit lebih tinggi dari orang biasa. Lagipun ini kesempatanku! Jarang – jarang kau ke UKS. Aku ingin membuktikan kebenarannya!’ pikirnya sambil berusaha mengambil kacamata yang bertengger di hidung Jongki.

Syut Slet Sett “Nggh..”

‘Gawat! Apa dia bangun?’ pikirnya waspada melihat Jongki yang bangun dan mencoba duduk di atas tempat tidur.

‘Tampan nggak ya…Tampan nggak ya…’ Siswi itu menunggu Jongki mendongakkan kepalanya.

“Apa?” tanya Jongki yang beraut wajah kusut dan lelah.

“Kucel.” Celetuknya asal saat melihat wajah bantal Jongki.

“Kembalikan kacamataku!” pintanya cepat pada siswi itu.

‘Gawat aku kelepasan bicara kan! Habisnya kucel banget sih.’ Pikirnya menutup mulut dengan kedua tangannya dan berjalan sedikit menjauh.

“Oi! Kembalikan sini!” bentak Jongki pada sebuah tirai yang ada di hadapannya.

‘Aku disini dan itu hanyalah sebuah tirai. Apa kau rabun parah?’ gumamnya pelan.

‘Ah sudahlah. Huuuh akhirnya aku menemukan hal menarik. Eh, kacamatanya terbawa!’ gumamnya pealn meninggalkan UKS dan mengingat kalau kacamata itu terbawa olehnya.

..
.

Gretek meja Jongki sedikit bergeser dan ada benda dalam laci mejanya yang ikut bergeser.

‘Surat?’ gumamnya, ‘Maaf! Ini pertanda maaf karna aku tak sengaja membawa kacamatamu.’ Di minumlah susu kotak yang di tempelkan pada kertas dan menyunggingkan senyumnya.

“Jongki! Kau dipanggil cewek kelas sebelah!” seru teman sekelasnya.

“Kelas sebelah?” tanyanya bingung.

“Iya..”

“Baik, termakasih.” Katanya sambil berjalan ke kelas yang dimaksudkan.

‘Dia barusan tertawa sendiri ya? / Ya seperti biasa, cowo gak bisa di tebak.’ Bisik teman – temannya.

..
.

“Si kacamata? Apa maksudnya?” pekiknya pelan pada teman sebangku yang menggosipkan perihal Song Jong Ki.

“Ssst…Kemarin Jongki ditembak sama cewe kelas sebelah. Dia bilang, ‘aku tertarik pada orang yang membawa kacamataku’, lalu menolaknya.” Bisik teman Hye Kyo pelan saat menggosip di kelas.

“Para fans Jongki jadi ribut! Kata mereka, ‘Tangkap si kacamata itu!’  Mau ditangkap loh!” lanjutnya semangat.

“Ditangkap? Maksudnya” gumam Kye Kyo pelan.

‘Sebentar! Apa yang dimaksud Jongki adalah aku? Kenapa? Jongki suka padaku, tapi…dengan penglihatannya yang parah itu.  Tak akan sadar bila itu aku…Apa mungkin dia bisa tertarik ? Padahal tidak tahu siapa orangnya.’

“Absen nomor 1 dan nomor 2, pulang sekolah nanti tolong kumpulkan catatan ya!” perintah Seonsaengnim pada dua murid di kelas dan itu membuat Hye Kyo tersentak.

*Nomer 1 : Song Hye Kyo / Nomer 2 : Song Jong Ki*

‘Si kacamata…’ lirik Hye Kyo pada Jongki, ‘Dia, kalau ditanya soal itu, oke gak ya?’ pikirnya untuk memulai suatu pembicaraan dengan Jongki.

“Apa?” tanya Jongki yang merasa risih.

‘Ah..Nggg…Yah tanya saja deh!’ putusnya, “Jongki..Kemarin kamu ditembak ya?” tanyanya pelan, “Aku berpikir, gosip soal Si Kacamata itu bener gak ya? Hehehe…”

“Ah itu…Aku menolaknya karena kurang meyakinkan, jadi aku bicara begitu.” Jelasnya.

‘Ah jadi begitu ya..’ Batin Hye Kyo.

“Tapi…Aku kesal pada Si Kacamata, makanya kalau sudah tau sosok aslinya, aku akan marah dan balas dendam!” lanjutnya kesal dan hal itu justru membuat Hye Kyo cemas, ‘Aku ini bagai ular, hihihi…’ imajinasinya soal Jongki.

‘Rasanya menyeramkan! Sebaiknya aku bicarakan hal lain deh! Pokoknya aku bersyukur, aku tidak ketahuan..’ yakinnya pda dirinya.

Ruang Guru

“Ini meja Seonsaengnim?” tanya Hye Kyo pada Jongki.

“Mungkin..” jawabnya ragu.

‘Buku catatan, foto..’ pikirnya ingin meihat foto apa yang terdapat di dalam catatan itu. Glek!

‘Cukup letakkan buku catatan kalian saja! Jangan sentuh apapun yang ada di atas meja!’ Hye Kyo tentu mengingat pesan itu, ‘Jangan sentuh apapun!’

‘Ah tapi aku ingin lihat..! Tidak apa kan..Sedikit saja..Buka sebentar langsung tutup..Sebentar saja..!’ rasa keingintahuannya yang terlalu besar membuatnya berpikir untuk melihat foto yang ada dalam buku catatan Seonsaengnim.

‘Tidak..Tidak boleh! Kalau situasi biasa aku akan melihatnya..Tapi sekarang ada Jongki..Apa aku harus menyerah ya? Tapi…’ Hye Kyo melirik Jongki yang ternyata juga ingin sekali tahu foto apa yang ada disana.

Jongki pun dengan segara membuka buku catatan itu dan foto yang tercetak disana sungguh membuat keduanya tertawa terbahak – bahak. Melihat foto Seonsaengnim dengan seorang wanita -mungkin pacarnya- yang perawakannya sungguh memalukan dengan riasan wajah yang tebal, cukup dikategorikan mirip dengan gorilla betina(?)

..
.

“Jongki...Pagi…” sapa Hye Kyo riang.

“Pagi…” balasnya singkat.

“Gorila cantik!” bisik Hye Kyo pada Jongki yang hanya menahan tawanya, mengingat foto kemarin, “Hidung besar!” Pft…

“Hye Kyo sejak kapan dekat dengan Jongki?” tanya temannya yang melihat kedekatan dua murid bermarga Song itu.

“Ng..hehehe…” responnya singkat. ‘Oh iya…Sebelumnya aku hampir tidak pernah bicara dengannya.  Aneh..Dari awal pun aku rasa aku tak ingin akrab dengannya.’ Pikirnya membetulkan apa yang ditanyakan temannya tadi.

..
.

“Nah dua orang yang biasanya, sekarang kembalikan peta ini ke ruangaan saya!” perintah Seonsaengnim.

“Kenapa kita jadi spesialis mengurus pekerjaan ini ya?” keluh Hye Kyo saat membawa beberapa gulung peta.

“Iya nih..” balas Jongki.

“Mendingan yang absen nomor 2 dan 3 saja!” canda Hye Kyo.

“Ih dasar! Kau mau kabur ya!” kesal Jongki.

“Ya kalau sama Jongki tak apa deh…Malah aku senang! Walau hanya kerjaan sepele begini, hahaha..” katanya jujur.

“Sebenarnya aku nggak nyangka bisa akrab dengan Jongki seperti ini…Maksudnya positif loh..” katanya lagi.

Jongki yang hanya menyimak perkataan yang dikatakan Hye Kyo merasaka sesuatu yang berbeda, “Ya..Aku juga..” jawab Jongki sekenanya.

Setelah selesai meletakkan peta – peta itu dan keluar dari ruangan, Hye Kyo melihat sebuah ruangan di sudut kiri -sebelah ruang Seonsangnim- yang baru saja di tempelkan kertas DIlarang Masuk, Hye Kyo memperhatikan pintu ruangan itu dengan seksama.

‘Jangan – jangan..’ pikir Jongki yang mulai terbiasa dengan rasa ingin tahu Hye Kyo yang besar.

Benar! Hye Kyo berjalan ke arah pintu itu tapi dengan tak sengaja kakinya terbentur dengan beberapa tumpuk kardus besar yang diletakkan disana.

“Kau ngapain sih!” protes Jongki.

“Ahahaha..kaget…” senyumnya salah tingkah namun Jongki segera menarik tubuh Hye Kyo -ke sudut belakang- menjauh dari tumpukan kardus itu.

BRAK!

“Maaf…Kau tidak apa?” seru Hye Kyo yang baru saja sadar kalau Jongki melindunginya.

‘Ah kacamatanya terlempar jauh! Berarti sekarang..’ pikirnya sambil melirik wajah Jongki yang tetap berada di depan wajahnya sekarang.

“Kau baik – baik saja?” tanya Jongki melihat Hye Kyo yang sepertinya mulai gusar dengan detak jantungnya yang dapat Jongki dengar.

‘Loh! Ini serius atau bohong! Jongki sekeren ini?’ pikirnya kaget dengan Jongki yang nampak sangat tampan tanpa kacamata yang bertengger di hidungnya.

Chu~~

‘Loh..Tadi itu..’ mendadak Hye Kyo kaku dengan apa yang baru saja dilakukan Jongki padanya.

“Ayo kembali.” Ajak Jongki santai ketika ia mengambil dan memposisikan kembali kacamatanya di area seharusnya.

‘Loh..’

..
.

‘Aku dicium olehnya? Jangan – jangan Jongki serius menyukaiku?’ pikirnya gusar.

‘Ah Jongki!’ sadarnya ketika melihat Jongki yang ada di depan loker dan ia sengaja menghindari Jongki. Hye Kyo masih malu untuk mengakui semuanya.

‘Gawat! Bagaimana..Kenapa harus begini!’ gumamnya tak karuan menyadari hatinya terus saja berdebar ketika ia tak sengaja melihat Jongki yang mungkin sering terlihat.

‘Hanya dengan melihat wajah Jongki..Kenapa aku jadi sangat berdebar – debar? Ada apa denganku?’ kesalnya sepanjang hari di sekolah.

..
.

‘Jongki..Apa yang kau pikirkan sih! Aku harus memastikan arti ciuman itu!’ putusnya menunggu Jongki di dekat lokernya, seusai pulang sekolah.

“Ah Jongki..Begini…” tergur Hye Kyo pada Jongki yang hanya jalan tanpa merespon.

‘Loh..Apa dia gak dengar ya?’ gumamnya.

“Jongki..” pangilnya sedikit berteriak.

“Jongki. Nggak apa – apa kau cuekin dia?” tanya teman Jongki yang tadi jalan bersamanya.

“Anak itu kan Si Kacamata?” tanya temannya dan terdengar oleh Hye Kyo.

Ia tersentak kaget, ‘Eh…. Dia bilang, ‘aku tertarik pada orang yang membawa kacamataku’, lalu menolaknya.’ Hye Kyo mengingat gosip yang dibicarakan oleh teman sebangkunya tempo lalu.

“Ya..Tapi..Sudah nggak ada hubungan lagi” jawab Jongki santai, seolah tak peduli dengan Hye Kyo yang mendengar atau tidak.

‘Nggak ada hubungannya? Padahal kan dia sudah menciumku!’ pikir Hye Kyo.

‘Apa maksudnya? ‘Anak itu kan Si Kacamata?’, Kenapa dia tahu? Tunggu waktu itu..Dia mengambil kacamatanya tanpa kesulitan dan dia bisa melihatku. Ah itu artinya, dari awal dia sudah tahu kalau siswi itu aku. Dia tahu.. ‘Aku kesal pada Si Kacamata, makanya kalau sudah tau sosok aslinya, aku akan marah dan balas dendam! Aku kesal pada Si Kacamata, makanya kalau sudah tau sosok aslinya, aku akan marah dan balas dendam!’ Jadi dia membuatku bingung dan membuangku. Ciuman itu sebagai balas dendam. Pembalasan dendamnya berhasil dengan sukses? Lalu nggak ada hubungan lagi.’

Emosi Hye Kyo menjadi dan berteriak, “SONG JONGKI! APA KAU PIKIR BALAS DENDAMMU ITU SUDAH BERHASIL!”

“Kalau hanya dicuekkin aja nggak akan mempan!” lanjutnya terengah.

Jongki yang bingung dengan situasi itu segera berlari menghampiri Hye Kyo yang menundukkan kepalanya.

“Ayo kita bicara di tempat lain. Banyak yang lihat..” bujuknya pada Hye Kyo dan menariknya menjauh dari sana.

“Hiks..Kenapa?” isaknya pelan.

“Aku nggak balas dendam kok.” Seru Jongki menenangkan Hye Kyo.

“Tadi kau cuek padaku…” katanya terputus – putus.

“Seminggu belakangan ini kau yang terus menghindariku bukan?” tanya Jongki lembut.

“Lalu kenapa kau menciumku? Hiks..” tanyanya menggebu.

“Soalnya aku memutuskan untuk menyukaimu!” akunya santai tanpa ragu.

Hye Kyo yang langsung terdiam dengan pengakuan Jongki kembali berpikir, “Maafkan aku…Saat itu aku bilang kalau kau kucel.”

“Ah itu..Aku hanya sedikit trauma. Gara – gara malu, aku jadi pura – pura untuk nggak lihat kamu.” Jujurnya menghapus airmata Hye Kyo.

“Begitukah? Ah jadi sekarang, apa boleh coba lepas kacamatamu?” pinta Hye Kyo senang.

“Nggak! Nanti kamu ketawa!” tolak Jongki.

“Nggak apa! Yang ketiga kali itu beruntung kok!” paksa Hye Kyo tak mau kalah.

“Apanya!” pekiknya malas.

“Atau jangan – jangan matamu bengkak ya?” goda Hye Kyo.

“Diam bodoh!” Jongki kesal dan memutuskan untuk lebih baik pergi dari sana sebelum…

“Aku juga menyukaimu Jongki.” Aku Hye Kyo ketika memeluk tubuh Jongki, ia tersenyum.


END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar