Tittle : Your Lips
Author : Rey
Cast : ASTRO Moon Bin & Fey (OC) with ASTRO Eunwoo
as classmate, iKon Chanwoo as Seonsaeng.
“Fey! Mulai satu
minggu ini kau jadi pengurus perpustakaan. Kenapa malah mau pulang?!” pekik
Eunwoo ketika Fey beranjak meninggalkan kursinya.
“Hngg…Kenapa
aku?” tanya Fey bingung.
“Soalnya kau
bolos saat pemilihan.” Jelas Eunwoo sedikit kesal.
“Bikin repot
ah! Aku mau pu…”
“Aku suka banget sama Fey yang bekerja dengan baik loh.” Pernyataan Fey yang ingin pulang pun batal dikatakan setelah Eunwoo berbicara lembut.
“Aku suka banget sama Fey yang bekerja dengan baik loh.” Pernyataan Fey yang ingin pulang pun batal dikatakan setelah Eunwoo berbicara lembut.
Fey suka
ketika orang lain berbicara lembut padanya, walaupun ia terpaksa melakukan
sesuatu yang tak ia sukai. ‘Ukh…Aigoo..’
“Binyaa, kau
sungguh tak ingin ikut kencan buta hari ini?” tanya seorang teman lelaki yang
masih berada di dalam kelas, namun Moonbin tetap bisu dan merapihkan beberapa
buku yang harus dibawa.
Fey melihat
Moon Bin yang berjalan ke ruang perpustakaan dengan buku – buku yang tadi
dikumpulkan pun dengan tidak sengaja mengerti siapa partner yang bertugas jadi
pengurus perpustakaan, ‘Aku jadi pengurus
perpustakaan bersama dengan dia? Aku bahkan tidak tertarik untuk berkomunikasi
dengannya.’
Clek
‘Wah dia sudah mulai kerja?’ pikir Fey
yang entah mengapa mata Moonbin menatapnya tajam, “Ma…Maaf aku telat.” Fey
terbata menuturkan maaf pada Moonbin yang terus menatapnya, “Kamu marah?” tanya
Fey pelan.
Tak ada
jawaban atau respon dari Moonbin, -‘Ugh!
Nggak mungkin bisa ngobrol kan! Makanya aku nggak suka dia!’- Moonbin membuang
wajah ke lain arah dan merapihkan beberapa buku yang masih berserakan di atas
meja perpustakaan itu. ‘Aku sama sekali
tak mengerti apa yang dipikirkannya. Ah tapi…!’ pikiran Fey teralihkan
ketika melihat bibir Moonbin.
“Bibirmu
berdarah tuh. Ngg itu, disituu..” tunjuk Fey pada bibir Moonbin.
“Ah! Tadi
tergigit.” Jawabnya santai tanpa melihat Fey.
“Ter..”
katanya terputus ketika ia memikirkan hal yang mesum, ‘Dia orang seperti itu ya? Dia melakukan itu di perpustakaan? Nakal!’
Fey kesal.
Esoknya..
‘Huhhh, aku jadi penasaran dengan Moon Bin…’ Fey melamun -teringat
hari kemarin- saat jam istirahat.
“Binyaa!”
teriak Eunwoo -teman sekelasnya- yang tak sengaja mengejutkan Fey. Deg
Deg Deg deg Deg!
Fey menoleh
pada Moonbin, terjadi kontak mata dan jantungnya semakin berdebar lebih cepat.
“Maaf..Titip
belikan minum ya!” teriaknya lagi walau sudah meminta maaf pada Fey dan Moonbin
pun melenggang keluar kelas.
..
.
KLANG “Ini
minummu.” Sodor Moonbin pada Eunwoo.
‘Eh..Bulir jeruk seenak daging…’ dahi Fey mengernyit bingung melihat
tulisan di kaleng minuman itu.
“Sebentar..Seenak
daging tuh maksudnya bulir jeruk apaan nih! Sial! Jadi gak berani minum kan!”
omel Eunwoo kesal.
Brr…Brr…
‘Dia tertawa? Eh, ini orang suka iseng ya? Habisnya barusan
di terlihat jelas – jelas senang.’ pikirnya geli, menggeleng – gelengkan kepalanya.
Fey yang sepanjang
hari itu terus memperhatikan Moonbin dengan sangat, masih penasaran dengan bibir
Moon Bin yang terluka. ‘Ah! Jarinya
terjepit tempat pensil. Ahh dijilat.. Hmm, misteri…’ pikirnya tertarik.
“Sakit…”
rintih Moon Bin pelan sambil terus menjilat bagian jarinya yang terjepit.
Esoknya..
“Ah! Fey
hari ini cepat ya!” sapa Chanwoo Seonsaeng pada Fey yang hanya tersenyum
menanggapinya.
‘Hanya ada Chanwoo Seonsaengnim saja. Hari ini dia masih
belom datang ya?’ pikir Fey sedih. ‘Hmm
terpaksa deh.. -mulai kerja- hari ini ----- Ah salah! Gawat’ Fey panik
karna kesalahan penulisannya pada kartu pinjam buku.
“Butuh
penghapus?" tanya seorang lelaki yang suaranya terdengar familiar.
Fey
mendongakkan kepala dan memastikan kalau suara itu berasal dari Moonbin. “Ah
Makasih.” Katanya sambil mulai menghapus tulisannya.
Sruk Sruk ‘Eh loh! Kok nggak bisa dihapus? Kenapa?
Ja...Jangan – jangan isi pensil dimasukkan ke dalam penghapus?’ herannya
dan meneliti penghapus yang dipinjamkan Moonbin.
Ziiing lirik Fey
pada Moon Bin yang terlihat jelas menahan tawanya, Pft!
‘Ah sepertinya aku mengerti. Dia ini memang suka iseng.
Sebenarnya dia punya sisi yang kekanak –
kanakan. -Tergigit- Makanya dia bilang begitu’ pikirnya, ‘Tuh, wajahnya senang banget waktu
menertawakan orang, ‘kan?’
Esoknya…
Fey dan Moonbin
sedang duduk di meja kosong yang buku – bukunya baru saja mereka susun rapih ke
dalam rak buku. Fey yang terus penasaran dengan Moonbin, hanya duduk diam
meperhatikan lelaki itu dengan seksama.
“Binyaaa,
belum lama ini kau beli minuman bulir jeruk dimana?” tanya Fey membuka
pembicaraannya.
“Kau senang
melihat orang kebingungan ya?” tanya Fey lagi tanpa adanya sahutan dari
Moonbin. ’Eih kenapa sih…Diajak mengobrol
tapi dia tidak mau menjawab?’
Fey yang kesal,
memilih duduk terdiam sambil meletakkan kepalanya di atas meja dan untuk
beberapa menit lamanya, ia terus memandangi lelaki iseng yang duduk di
hadapannya -Moonbin- mulai berpikir, ‘Cowo
ini tidak mau menengok ke arahku ya?’
Moonbin yang
merasa terganggu dengan tatapan yang diberikan Fey itu, segera melirik tajam
seolah mengatakan, ‘Kenapa kau terus
menatapku seperti itu!’
Fey yang
–mungkin- tersadar segera menggelengkan kepalanya, “Binyaa, badanmu atletis ya,
hahaha! Entah kenapa aku jadi mikir gitu tanpa sadar..”
“Ah, aku
sering dibilang begitu!” Jawabnya singkat.
‘Dia menjawab! Apa topik mengenai bentuk tubuh itu bagus ya?’ pikir Fey.
“Kalau
perutku bentuknya gak bagus! Bahkan ibuku sampai bilang, itu akan merusak
keimutanmu…” cerita Monbin pada Fey.
Fey tiba –
tiba berdiri dan menanggapi cerita Moonbin dengan, -“Aku nggak memperlihatkan
kepada keluarga kok.”- tanpa sadar menyingkap sedikit kemeja seragamnya dan
disambut dengan tatapan menggemaskan dari Moonbin.
‘Sebentar. Apa aku bilang, nggak memperlihatkan kepada
keluarga?’ pikirnya cepat sambil merapihkan kemejanya.
“He! Jadi
kepada siapa?” Seringai Moonbin.
‘Nah dia bicara seperti itu lagi? Padahal tidak ada maksud
yang dalam tapi, ia membuat orang kebingungan.’ Batinnya
kesal. Kesal atas tindakannya yang terbilang aneh barusan. Apa – apaan jika seorang cewe ingin memperlihatkan bentuk perutnya pada
cowo yang bukan siapa – siapanya?
“Apa mau aku
perlihatkan padamu?” bisik Moonbin, menciptakan sebuah sensasi asing pada Fey
yang nampak berkeringat.
BLAM! “Ohh, kalian masih bekerja? Aku ganggu ya? Hehehe.” tanya
Chanwoo Seonsaeng dengan senyumnya yang manis.
‘Hampir saja!’ seru Fey dalam diam. Memikirkan hal yang tidak – tidak.
“Chanwoo
Seonsaengnim!” panggil Moonbin sedikit terkejut juga tersenyum.
Fey merasa
lega sejak sebelumnya terlihat berkeringat dingin dengan detak jantung yang
berdentum cepat -lagi- akibat
kesalahan kecil atas sikap tak diduga terhadap Moonbin, heran pada perubahan
nada bicara dan sikapnya pada Chanwoo Seonsaeng. ‘Kalau sama Chanwoo Seonsaengnim, responnya cepat banget!’
“Wah
Moonbinyaaa…Bibirmu sudah sembuh betul ya!” Kata Chanwoo Seonsaeng senang.
“Yah - ”
“A…Aku ke
toilet dulu.” Potong Fey meninggalkan mereka di perpustakaan.
‘Apa maksudnya? Euh, apakah Chanwoo Seonsaengnim yang
menggigit bibir Moonbin? Dia berciuman dengan Moonbin? Hiks, kenapa aku sedih
sih!’ tangis Fey -ketika ia
berada dalam salah satu ruang toilet- yang belum menyadari perasaannya pada
Moonbin dan berpikir macam – macam.
“Anda ini macan
betina ya!” ucapnya kesal pada Chanwoo Seonsaeng.
“Eh? Apa maksudmu
Moonbinyaaa? Tapi sudahlah. Aku kan kemari hanya untuk mengambil tasku dan juga
mengingatkan kalian untuk jangan pulang terlalu sore. Aku pergi eoh!” jelas
Chanwoo Seonsaeng terburu pada Moonbin yang -sepertinya- tak mendengarkan apa
yang disampaikan.
Sedangkan Fey
yang sibuk menangis di toilet tersadar akan satu hal, ‘Lagi – lagi aku tak mengerti Moonbin. Tapi...Aku mengerti perasaanku
sendiri! Aku ingin mencium Moonbin…’ pikirnya sambil menghapus airmatanya
dan berjalan kembali ke perpustakaan.
Fey menemui
Moonbin, ‘Aku menyukai cowok ini!’
katanya dalam hati sambil mencium Moonbin yang tak bergerak sama sekali ketika
Fey datang dan menyambarnya dengan ciuman hangat, tetap di bibirnya.
“Lebih baik
daripada ciuman Chanwoo Seonsaengnim nggak?” tanya Fey terus terang.
‘Hah? Tunggu dulu! Macan betina?’ pikir
Moonbin heran dengan apa yang diucapkan Fey dan hendak menjawabnya, namun…
“Nggak! Jangan
dijawab! Aku tahu itu pertanyaan lancang! Tapi mulai sekarang, aku akan berjuang
supaya bisa menjadi macan betina yang Moonbin suka!” Kata Fey panjang lebar, “Makanya
pandanglah aku.”
“Haa…Padahal
aku hanya bermaksud sedikit jahil padamu. Mungkinkah kau memperhatikanku hingga
kau menyadari bahwa kau juga menyukaiku? Hey! Ada satu kesalahpahaman kecil
yang ingin kujelaskan.” Katanya sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Fey,
berbisik.
“Apa! Kamu nabrak
rak buku lalu bibirmu berdarah?” ulangnya kaget.
“Iya…Waktu
kontak lensaku jatuh, Chanwoo Seonsaengnim melihatnya langsung.” Jelas Moonbin pada
Fey yang terkejut di depannya.
‘Cih! Kenapa orang ini! biasa begitu ya?’ Fey
menggerutu kesal dan ‘Tapi yasudahlah! Kali
ini dia -Moonbin- yang akan menjadi korban!’ pikirnya.
Fey mendekatkan
bibirnya pada Moonbin yang tersentak kaget. “Aku terlanjur menciummu dan aku
menyukaimu Moonbinyaaa. Aku ingin menciummu lagi dan lagi…Hmmm, kalau tergigit
maaf yaaa…” katanya dan kembali mencium Moonbin yang menyambutnya dengan senang
hati.
‘Siap – siap untuk penasaran dan jatuh cinta lebih dalam lagi
padaku Fey.’
END !!!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar