Rabu, 27 Juli 2016

Your Lips

Tittle : Your Lips
Author : Rey
Cast : ASTRO Moon Bin & Fey (OC) with ASTRO Eunwoo as classmate, iKon Chanwoo as Seonsaeng.


“Fey! Mulai satu minggu ini kau jadi pengurus perpustakaan. Kenapa malah mau pulang?!” pekik Eunwoo ketika Fey beranjak meninggalkan kursinya.

“Hngg…Kenapa aku?” tanya Fey bingung.

“Soalnya kau bolos saat pemilihan.” Jelas Eunwoo sedikit kesal.

“Bikin repot ah! Aku mau pu…”

“Aku suka banget sama Fey yang bekerja dengan baik loh.” Pernyataan Fey yang ingin pulang pun batal dikatakan setelah Eunwoo berbicara lembut.

Fey suka ketika orang lain berbicara lembut padanya, walaupun ia terpaksa melakukan sesuatu yang tak ia sukai. ‘Ukh…Aigoo..’

“Binyaa, kau sungguh tak ingin ikut kencan buta hari ini?” tanya seorang teman lelaki yang masih berada di dalam kelas, namun Moonbin tetap bisu dan merapihkan beberapa buku yang harus dibawa.

Fey melihat Moon Bin yang berjalan ke ruang perpustakaan dengan buku – buku yang tadi dikumpulkan pun dengan tidak sengaja mengerti siapa partner yang bertugas jadi pengurus perpustakaan, ‘Aku jadi pengurus perpustakaan bersama dengan dia? Aku bahkan tidak tertarik untuk berkomunikasi dengannya.’

Clek

‘Wah dia sudah mulai kerja?’ pikir Fey yang entah mengapa mata Moonbin menatapnya tajam, “Ma…Maaf aku telat.” Fey terbata menuturkan maaf pada Moonbin yang terus menatapnya, “Kamu marah?” tanya Fey pelan.

Tak ada jawaban atau respon dari Moonbin, -‘Ugh! Nggak mungkin bisa ngobrol kan! Makanya aku nggak suka dia!’- Moonbin membuang wajah ke lain arah dan merapihkan beberapa buku yang masih berserakan di atas meja perpustakaan itu. ‘Aku sama sekali tak mengerti apa yang dipikirkannya. Ah tapi…!’ pikiran Fey teralihkan ketika melihat bibir Moonbin.

“Bibirmu berdarah tuh. Ngg itu, disituu..” tunjuk Fey pada bibir Moonbin.

“Ah! Tadi tergigit.” Jawabnya santai tanpa melihat Fey.

“Ter..” katanya terputus ketika ia memikirkan hal yang mesum, ‘Dia orang seperti itu ya? Dia melakukan itu di perpustakaan? Nakal!’ Fey kesal.

Esoknya..

‘Huhhh, aku jadi penasaran dengan Moon Bin…’ Fey melamun -teringat hari kemarin- saat jam istirahat.

“Binyaa!” teriak Eunwoo -teman sekelasnya- yang tak sengaja mengejutkan Fey. Deg Deg Deg deg Deg!

Fey menoleh pada Moonbin, terjadi kontak mata dan jantungnya semakin berdebar lebih cepat.

“Maaf..Titip belikan minum ya!” teriaknya lagi walau sudah meminta maaf pada Fey dan Moonbin pun melenggang keluar kelas.

..
.

KLANG “Ini minummu.” Sodor Moonbin pada Eunwoo.

‘Eh..Bulir jeruk seenak daging…’ dahi Fey mengernyit bingung melihat tulisan di kaleng minuman itu.

“Sebentar..Seenak daging tuh maksudnya bulir jeruk apaan nih! Sial! Jadi gak berani minum kan!” omel Eunwoo kesal.

Brr…Brr…

‘Dia tertawa? Eh, ini orang suka iseng ya? Habisnya barusan di terlihat jelas – jelas senang.’ pikirnya geli, menggeleng – gelengkan kepalanya.

Fey yang sepanjang hari itu terus memperhatikan Moonbin dengan sangat, masih penasaran dengan bibir Moon Bin yang terluka. ‘Ah! Jarinya terjepit tempat pensil. Ahh dijilat.. Hmm, misteri…’ pikirnya tertarik.

“Sakit…” rintih Moon Bin pelan sambil terus menjilat bagian jarinya yang terjepit.

Esoknya..

“Ah! Fey hari ini cepat ya!” sapa Chanwoo Seonsaeng pada Fey yang hanya tersenyum menanggapinya.

‘Hanya ada Chanwoo Seonsaengnim saja. Hari ini dia masih belom datang ya?’ pikir Fey sedih. ‘Hmm terpaksa deh.. -mulai kerja- hari ini ----- Ah salah! Gawat’ Fey panik karna kesalahan penulisannya pada kartu pinjam buku.

“Butuh penghapus?" tanya seorang lelaki yang suaranya terdengar familiar.

Fey mendongakkan kepala dan memastikan kalau suara itu berasal dari Moonbin. “Ah Makasih.” Katanya sambil mulai menghapus tulisannya.

Sruk Sruk ‘Eh loh! Kok nggak bisa dihapus? Kenapa? Ja...Jangan – jangan isi pensil dimasukkan ke dalam penghapus?’ herannya dan meneliti penghapus yang dipinjamkan Moonbin.

Ziiing lirik Fey pada Moon Bin yang terlihat jelas menahan tawanya, Pft!

‘Ah sepertinya aku mengerti. Dia ini memang suka iseng. Sebenarnya dia punya  sisi yang kekanak – kanakan. -Tergigit- Makanya dia bilang begitu’ pikirnya, ‘Tuh, wajahnya senang banget waktu menertawakan orang, ‘kan?’

Esoknya…

Fey dan Moonbin sedang duduk di meja kosong yang buku – bukunya baru saja mereka susun rapih ke dalam rak buku. Fey yang terus penasaran dengan Moonbin, hanya duduk diam meperhatikan lelaki itu dengan seksama.

“Binyaaa, belum lama ini kau beli minuman bulir jeruk dimana?” tanya Fey membuka pembicaraannya.

“Kau senang melihat orang kebingungan ya?” tanya Fey lagi tanpa adanya sahutan dari Moonbin. ’Eih kenapa sih…Diajak mengobrol tapi dia tidak mau menjawab?’

Fey yang kesal, memilih duduk terdiam sambil meletakkan kepalanya di atas meja dan untuk beberapa menit lamanya, ia terus memandangi lelaki iseng yang duduk di hadapannya -Moonbin- mulai berpikir, ‘Cowo ini tidak mau menengok ke arahku ya?’

Moonbin yang merasa terganggu dengan tatapan yang diberikan Fey itu, segera melirik tajam seolah mengatakan, ‘Kenapa kau terus menatapku seperti itu!’

Fey yang –mungkin- tersadar segera menggelengkan kepalanya, “Binyaa, badanmu atletis ya, hahaha! Entah kenapa aku jadi mikir gitu tanpa sadar..”

“Ah, aku sering dibilang begitu!” Jawabnya singkat.

‘Dia menjawab! Apa topik mengenai bentuk tubuh itu bagus ya?’ pikir Fey.

“Kalau perutku bentuknya gak bagus! Bahkan ibuku sampai bilang, itu akan merusak keimutanmu…” cerita Monbin pada Fey.

Fey tiba – tiba berdiri dan menanggapi cerita Moonbin dengan, -“Aku nggak memperlihatkan kepada keluarga kok.”- tanpa sadar menyingkap sedikit kemeja seragamnya dan disambut dengan tatapan menggemaskan dari Moonbin.

‘Sebentar. Apa aku bilang, nggak memperlihatkan kepada keluarga?’ pikirnya cepat sambil merapihkan kemejanya.

“He! Jadi kepada siapa?” Seringai Moonbin.

‘Nah dia bicara seperti itu lagi? Padahal tidak ada maksud yang dalam tapi, ia membuat orang kebingungan.’ Batinnya kesal. Kesal atas tindakannya yang terbilang aneh barusan. Apa – apaan jika seorang cewe ingin memperlihatkan bentuk perutnya pada cowo yang bukan siapa – siapanya?

“Apa mau aku perlihatkan padamu?” bisik Moonbin, menciptakan sebuah sensasi asing pada Fey yang nampak berkeringat.

BLAM! “Ohh, kalian masih bekerja? Aku ganggu ya? Hehehe.” tanya Chanwoo Seonsaeng dengan senyumnya yang manis.

‘Hampir saja!’ seru Fey dalam diam. Memikirkan hal yang tidak – tidak.

“Chanwoo Seonsaengnim!” panggil Moonbin sedikit terkejut juga tersenyum.

Fey merasa lega sejak sebelumnya terlihat berkeringat dingin dengan detak jantung yang berdentum cepat -lagi- akibat kesalahan kecil atas sikap tak diduga terhadap Moonbin, heran pada perubahan nada bicara dan sikapnya pada Chanwoo Seonsaeng. ‘Kalau sama Chanwoo Seonsaengnim, responnya cepat banget!’

“Wah Moonbinyaaa…Bibirmu sudah sembuh betul ya!” Kata Chanwoo Seonsaeng senang.

“Yah - ”

“A…Aku ke toilet dulu.” Potong Fey meninggalkan mereka di perpustakaan.

‘Apa maksudnya? Euh, apakah Chanwoo Seonsaengnim yang menggigit bibir Moonbin? Dia berciuman dengan Moonbin? Hiks, kenapa aku sedih sih!’ tangis Fey -ketika ia berada dalam salah satu ruang toilet- yang belum menyadari perasaannya pada Moonbin dan berpikir macam – macam.

“Anda ini macan betina ya!” ucapnya kesal pada Chanwoo Seonsaeng.

“Eh? Apa maksudmu Moonbinyaaa? Tapi sudahlah. Aku kan kemari hanya untuk mengambil tasku dan juga mengingatkan kalian untuk jangan pulang terlalu sore. Aku pergi eoh!” jelas Chanwoo Seonsaeng terburu pada Moonbin yang -sepertinya- tak mendengarkan apa yang disampaikan.

Sedangkan Fey yang sibuk menangis di toilet tersadar akan satu hal, ‘Lagi – lagi aku tak mengerti Moonbin. Tapi...Aku mengerti perasaanku sendiri! Aku ingin mencium Moonbin…’ pikirnya sambil menghapus airmatanya dan berjalan kembali ke perpustakaan.

Fey menemui Moonbin, ‘Aku menyukai cowok ini!’ katanya dalam hati sambil mencium Moonbin yang tak bergerak sama sekali ketika Fey datang dan menyambarnya dengan ciuman hangat, tetap di bibirnya.

“Lebih baik daripada ciuman Chanwoo Seonsaengnim nggak?” tanya Fey terus terang.

‘Hah? Tunggu dulu! Macan betina?’ pikir Moonbin heran dengan apa yang diucapkan Fey dan hendak menjawabnya, namun…

“Nggak! Jangan dijawab! Aku tahu itu pertanyaan lancang! Tapi mulai sekarang, aku akan berjuang supaya bisa menjadi macan betina yang Moonbin suka!” Kata Fey panjang lebar, “Makanya pandanglah aku.”

“Haa…Padahal aku hanya bermaksud sedikit jahil padamu. Mungkinkah kau memperhatikanku hingga kau menyadari bahwa kau juga menyukaiku? Hey! Ada satu kesalahpahaman kecil yang ingin kujelaskan.” Katanya sambil mendekatkan bibirnya ke telinga Fey, berbisik.

“Apa! Kamu nabrak rak buku lalu bibirmu berdarah?” ulangnya kaget.

“Iya…Waktu kontak lensaku jatuh, Chanwoo Seonsaengnim melihatnya langsung.” Jelas Moonbin pada Fey yang terkejut di depannya.

‘Cih! Kenapa orang ini! biasa begitu ya?’ Fey menggerutu kesal dan ‘Tapi yasudahlah! Kali ini dia -Moonbin- yang akan menjadi korban!’ pikirnya.

Fey mendekatkan bibirnya pada Moonbin yang tersentak kaget. “Aku terlanjur menciummu dan aku menyukaimu Moonbinyaaa. Aku ingin menciummu lagi dan lagi…Hmmm, kalau tergigit maaf yaaa…” katanya dan kembali mencium Moonbin yang menyambutnya dengan senang hati.

‘Siap – siap untuk penasaran dan jatuh cinta lebih dalam lagi padaku Fey.’


END !!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar